LANTING BRUGA
Madam tersenyum pahit, "aku hanya mendengar suaramu, tapi tidak bisa melihat wajahmu, Putriku."
Dengan tangan bergetar, Madam mencoba sekali lagi untuk membelai wajah Bony An, tapi tidak berhasil. Terpaksa Bony An yang menggiring telapak tangan penuh luka itu untuk menyentuh pipinya.
"Sayang sekali, pertemuan ini menjadi pertemuan pertama sekaligus terakhir bagi kita berdua ...." ucap Bony An, "Aku ...Aku sangat merindukanmu dan Ayahmu, semenjak hari itu, kehidupanku menjadi hampa tak berarti, tapi sekarang aku bersukur bisa bertemu dengan dirimu untuk terakhir kalinya."
الفصول الرائجة