AKU BUKAN SEORANG PELACUR
Senyum manisnya mirip seperti senyum yang selalu dia berikan kepadaku, membuatku seketika hanya mematung, diam, sebelum selang beberapa detik berikutnya bisa kudengar suaranya yang memanggil namaku.
“Jasmine!” pekiknya. Aku langsung menggelengkan kepalaku, memecahkan lamunanku, dan melihat Lisa yang melambaikan tangannya kepadaku pada saat lelaki itu berjalan melewati tubuhku yang masih berdiri di depan kamar, bersama selembar senyum kecil yang dia tunjukkan untuk tanda permisi, walaupun, lantas, tidak lama, Lisa mendatangiku, masih dengan tangannya yang bersedekap, dan kebahagiaan yang terangkai di wajahnya. “Dia pacarku. Kami baru saja merencanakan soal pertunangan.” []