Sistem Tanpa Batas
"Tukang jagal? Tidak, aku adalah pemahat. Kau memberikan tanah liatnya—obat pemulih itu—dan aku mencoba membentuk dewa darinya. Tapi sayangnya, tubuh manusia terlalu lemah untuk menampung potensi penuh dari formula yang kau buat."
Pria tua itu menekan sebuah tombol di panel dinding. Dari kegelapan di belakangnya, sebuah sosok melangkah maju. Tingginya hampir dua setengah meter, otot-ototnya membengkak hingga merobek kulitnya sendiri, memperlihatkan jaringan daging yang berwarna perak metalik. Wajahnya tidak lagi berbentuk manusia; matanya digantikan oleh sensor optik yang tertanam langsung ke dalam tengkorak.