Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dalam Dekap Hangat Bos Dinginku

Dalam Dekap Hangat Bos Dinginku

Dia lalu melirik jam di pergelangan tangannya yang menunjukkan pukul 5 sore, berarti saat ini di Jakarta sekitar jam 10 malam. “Bos, kangen ya?” Lisa mengedip. “Shit!” Vincent memaki ketika tubuh bawahnya langsung menegang karenanya. ***
1042.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai lokasiku saat ini
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
Sophia Setiawan
cerita yang luar biasa serta akhir yg bahagia dan selalu menginspirasi.. makasih kak Indy karya karyamu selalu the Best. dan selalu menunggu karya karyamu selanjutnya. tetap sehat, semangat dan selalu bahagia..
Senja jingga
Suka novel ini. Aku jg suka cara penyampaian authornya. Bisa nyampe gitu perasaan tokohnya. Trs bahasanya jg bagus bgttt. Btw novel ini tuh tiap episode sllu bikin penasaran. Author update 3 bab atau 5 bab aja bikin ngerasa ga sabar mau baca lg wkwk saking nagihnya...
Baca Semua Ulasan
Terjerat Daun Muda

Terjerat Daun Muda

Haryono : Aku masih menunggu artisnya muncul. Hisyam : Mungkin Ari sudah tidur. Di sana hampir jam 12 malam. Yusuf : Minal aidin wal faidzin, semuanya. Aditya : Mohon maaf lahir batin. Wirya : Sama-sama, @Yusuf dan @Aditya. Wirya : Di Taiwan malah sudah sepi. Aku bingung mau ngobrol sama siapa. Biasanya ada tim Loko, tapi mereka lagi stand by di Sydney.
102.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai lokasiku saat ini
Baca
+Pustaka
Terjebak Dendam sang Pewaris Kejam

Terjebak Dendam sang Pewaris Kejam

Waktu saat ini menunjukkan pukul 19.00 malam. Zayden, Sam dan Lucas tampak berkumpul di ruang kerja Zayden dan sedang membicarakan hal yang terjadi saat ini pada mereka. “Tuan, apa Anda tidak berniat untuk memberitahu semua kebenarannya pada nyonya? Bukankah Anda bilang, Anda ingin meminta maaf padanya?” tanya Lucas.
1012.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 258 kali sebagai lokasiku saat ini
Tampilkan Ulasan (5)
Baca
+Pustaka
Pwati
Halo semua, uthor mau minta maaf karena baru bisa update setelah 3 hari libur ya hehe... tapi insya Allah kedepannya uthor akan lebih rajin lagi buat update... oh iya, uthor jg mau kasih tahu, kalo di sini ada buku baru aku "Putra Tersembunyi CEO Kejam" kalo kalian penasaran, bisa dibaca ya......
Ummu Kaltsum
ga suka bgt sama keluarga fara, mrk tu playing victim, dari awal fara kiel yg sdh nyakitin zion trz fara nyakitin alya & membuat zion hrs buang zayden dan alya... trz fara nyuruh daniel bunuh alya, kenapa semua itu dianggap aland kesalahan kecil? egois bgt! kenapa yg ngerasa bersalah cman zion?
Baca Semua Ulasan
Sentuhan Panas Ayah Sahabatku

Sentuhan Panas Ayah Sahabatku

Dan kali ini, lebih tegas. "Aku nggak butuh pembelaan kamu sekarang, Bas. Saat ini, aku butuh waktu buat ngerti apa yang terjadi sekarang." Beberapa saat, tidak ada satupun yang bicara dari mereka berdua. Siska menarik napas panjang dan menghembuskannya perlahan. Ia berusaha menjaga suaranya untuk tetap stabil. "Sekarang, aku mau pulang dulu," lanjut Siska.
1075.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai lokasiku saat ini
Baca
+Pustaka
Terjebak Dekapan Panas Duda Posesif

Terjebak Dekapan Panas Duda Posesif

Terlihat waktu menunjukkan pukul setengah dua belas siang. “15 menitan lagi. Aku lagi ngonbrol sama teman.” “Oke.” “Ehem ehem. Yang katanya nggak cinta, nggak suka. Trus sekarang mau bilang apa?” “Keliatan banget ya Sa dia nyamannya,” tambah Hagia pada Odisa tentang ekpressi Kiara. “Apaan sih elah. Bukan menikmati ya gue, tapi mengingat sebuah status.”
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai lokasiku saat ini
Baca
+Pustaka
PENGGODA DI SEKOLAH ANAKKU

PENGGODA DI SEKOLAH ANAKKU

“Hari ini ... kegiatan saya cukup sibuk. Mungkin saya bisa telepon kamu di atas jam 8 malam. Kamu enggak keberatan, kan?” Lisa terdiam. Matanya menatap kedua bocah yang kini sedang mengenakan sepatu. Ada tawa riang yang tercipta di antara bocah itu. Apa hal yang terjadi di hidupnya sekarang adalah sebuah kewajaran? “Ehm ... enggak kok. Saya enggak keberatan.” “Kalau begitu, tolong tunggu telepon saya nanti malam, ya?”
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai lokasiku saat ini
Baca
+Pustaka
JERAT MANIS BERONDONG POSESIF

JERAT MANIS BERONDONG POSESIF

Udara pagi yang dingin dan segar, seakan membawa ketenangan, tapi nafas Siska tersengal sengal saat ia berlari tergesa gesa menyusuri lorong lobi Iron & Orchid. Jam di dinding lobi sudah menunjukkan pukul enam lewat lima belas menit. Keringat dingin membasahi pelipis Siska. Jantungnya berdebar sangat kencang membayangkan amarah sang pelatih muda di balik pintu ruangan VIP tersebut.
947 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai lokasiku saat ini
Baca
+Pustaka
Istri yang Tak Kau Harapkan

Istri yang Tak Kau Harapkan

Ada yang mau aku omongin tapi sayangnya kita belum bisa ketemu dalam waktu dekat. “Ya aku juga nggak kuat kali ketemu kamu dalam waktu dekat,” gumam Kristal selagi jarinya dengan lincah mengetik balasan untuk Cessa. ‘Hai, Cessa. Boleh, kok. Kasih tahu aku aja kapan kamu mau telepon.’ Balasan Cessa datang tidak lama kemudian, ‘Kalau sekarang sibuk?’ ‘Nggak, masih jam makan siang, kok.’
105.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai lokasiku saat ini
Baca
+Pustaka
Menikahlah dengan Mama, Tuan CEO

Menikahlah dengan Mama, Tuan CEO

Ia matikan ponsel Sky dan meletakkannya di atas meja. "Semua orang tahu kita sedang berbulan madu. Mereka seharusnya mengerti kalau kita sedang tidak mau diganggu. Lagi pula, yang terpenting saat ini adalah kita." Sembari tersenyum manis, Louis menyodorkan tangan. "Apakah kau sudah siap untuk dimanjakan?" "Ya! Walaupun aku sudah bukan anak kecil, aku masih suka dimanjakan," Sky meletakkan ujung jemarinya di tangan Louis.
1018.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 395 kali sebagai lokasiku saat ini
Baca
+Pustaka
Pembungkaman Dua Gadis Nahas

Pembungkaman Dua Gadis Nahas

Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. “Sayang, kamu bilang ke mama dan papa untuk pulang cepat. Soalnya aku ada kerjaan buat besok dan harus aku prepare malam ini juga.” Kata Kai. Saat di acara itu, Siska sebenarnya ingin bertemu dan berbicara dengan Luthfi dan Ratih, tapi Kai tidak membiarkan Siska pergi dari pandangannya. Siska harus selalu duduk disamping Kai, bahkan sampai pulang.
729 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai lokasiku saat ini
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status