Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Berawal Dari Menumpang, Bertumbuh Jadi Cinta

Berawal Dari Menumpang, Bertumbuh Jadi Cinta

Sejak membeli mobil baru, rekan kerja cantik yang jalur pulangnya tidak searah menumpang mobilku setiap hari. Aku sudah tak tahan lagi. Untuk menakut-nakutinya, aku langsung meraba payudaranya yang berukuran 36E hingga hampir merobek atasan. Tak disangka, rekan kerja perempuan itu bukan saja tidak menghindar, malah menggenggam tanganku dan menyelipkannya ke dalam kerah. Wajahnya memerah saat mendesah pelan. Dia menghadapku sambil membuka kedua kakinya yang sejak tadi sudah basah.
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai lu tadi
Baca
+Pustaka
Cinta yang Sudah Hilang

Cinta yang Sudah Hilang

Setelah hamil, tiap malam suami pergi lari malam. Hari ini dia buru-buru keluar, hanya pakai smartwatch, lupa bawa handphone. Aku tanpa sengaja melihat beberapa pesan yang dia kirimkan kepada rekan wanita. [Datang numpang makan nggak? Sekalian makan aku juga.] [Malam ini nggak ada nafsu makan, hanya mau makan kamu aja.] Sup ayam yang tadi dia suapin aku, rasanya sedang bergolak di dalam perutku. Kalau nggak salah, dia barusan kenalin rekan wanita ini ke adikku.
19.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 656 kali sebagai lu tadi
Baca
+Pustaka
Misteri Cinta

Misteri Cinta

Oceania Samudra, harusnya akan menjadi pengantin wanita yang paling berbahagia seandainya saja... calon mempelai prianya datang. Belum cukup rasa malu yang harus ditanggungnya dan seluruh keluarga besarnya, gedung pernikahan yang seharusnya menjadi saksi pengikat sehidup sematinya dengan Banyu Siliwangi itu pun meledak! "Jam berapa seharusnya akad nikah Anda dijadwalkan, Bu?" "Pukul sepuluh pagi." "Mengapa pada pukul sepuluh pagi tadi akadnya dibatalkan?" "Karena mempelai prianya tidak jadi datang?" "Mengapa mempelai prianya tidak jadi datang?" "Itulah pertanyaan yang ingin saya tanya 'kan pada calon suami saya sejak tadi, Pak Polisi yang terhormat. Seharusnya Anda menginterogasi dia. Bukan saya!" Sendirian dan ketakutan, Ochi memerlukan seorang pahlawan untuk melindunginya dari teror yang terus saja mengancam keselamatannya. Sementara Badai Putra Alam, hanyalah seorang perwira polisi biasa yang bermulut pedas dan minus tata krama yang kerap kali membuat Ochi stress karena pertanyaan-pertanyaan kasar tanpa filternya. Dia memang bersedia melindungi Ochi sebagai bentuk tanggung jawabnya sebagai abdi negara.Tetapi dia tidak ingin melanggar batas, sebab itu akan semakin memperumit penyelidikannya sebagai seorang penyidik. Tetapi Badai membuat satu kesalahan besar saat dia secara tidak sengaja memeluk Ochi. Karena sesudahnya, dia tidak pernah bisa melepas Ochi untuk laki-laki manapun lagi di dunia ini.
1032.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 961 kali sebagai lu tadi
Baca
+Pustaka
Pengantin yang Ternoda

Pengantin yang Ternoda

Aarelith
Berselingkuh dengan kakak ipar, bukankah menarik? Tentu saja, semua berawal dari kecelakaan yang berusaha kami sembunyikan. Tepat, pada malam itu aku menghabiskan malam dengan kakak ipar karena menyangka dia adalah lelaki yang siang tadi menghalalkan aku. Namun, ketika tahu bahwa ternyata suami sudah berkhianat sebelum pernikahan kami, maka aku memutuskan melanjutkan hubungan terlarang itu demi mencapai kemenangan. Siapa pun yang berani menancapkan duri dalam hati ini harus menerima balasan yang sangat menyakitkan.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai lu tadi
Baca
+Pustaka
Penguasa Sembilan Pintu Kematian

Penguasa Sembilan Pintu Kematian

Aspasya
"Tentu aku sedang tidak bercanda, Tuan Zhao. Kami menawarkan bantuan padamu. Bisa kau bayangkan jika Jenderal Duan kembali ke ibukota Kaili, dibantu Sekte Keabadian, Sekte Elang Emas dan Sekte Sembilan Pintu Kematian. Kau pasti kalah!" Tetua Oey tidak lagi tersenyum ramah. "Kami hanya menginginkan Wisma Lonceng Naga, hanya itu. Dan kami akan membantumu menaklukkan Kaili sekaligus Dataran Tengah. Bukankah itu impianmu sedari kecil?" Tetua Oey kembali memprovokasi Zhao Lu Yang. "Kenapa Anda begitu percaya diri? Lotus Hitam memang sangat kuat tetapi jika berhadapan dengan Pasukan Jenderal Duan dan tiga sekte sekaligus, sekali pun bergabung denganku, itu tidak akan menjamin sebuah kemenangan." Zhao Lu Yang menatap Tetua Oey dan tersenyum tipis. "Trik dan strategi, itu yang kami tawarkan. Jangan biarkan ketiga sekte itu memiliki kesempatan untuk bergabung apalagi membantu Kaili, maka mereka semua akan berantakan dan kacau balau. Bukankah kau sudah melihat hasilnya tiga belas tahun lalu?" Tetua Oey kembali menampilkan wajah cerah dan senyum manisnya. Provokasi dari Sekte Lotus Hitam membuat Dataran Tengah dan Tanah Bebas bergejolak. Xie Jing Cuan, Ketua Sekte Sembilan Pintu Kematian yang lama tidak muncul kini kembali untuk menunjukkan kekuatan dan dominasinya sebagai Penguasa Sembilan Pintu Kematian.
103.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai lu tadi
Baca
+Pustaka
Ups! Salah Suami

Ups! Salah Suami

Dacytta Peach
"Aku menginginkan Vicky tapi Vickal yang kudapat. What?! Apa salahku? Mungkinkah e'ek cicak yang menjatuhi kepalaku tadi malam telah mengubah takdir jodohku? Entahlah!" ==== Anggun Clarissa tidak menyangka jika pria yang ia taksir dan berencana untuk ia nikahi justru salah tepat pada hari H pernikahan. Entah karena minus matanya yang bertambah atau karena faktor usia yang semakin lanjut, tepat pada hari pernikahan itu Anggun harus gigit jari dan nangis guling-guling. Tidak hanya salah taksir, Anggun pun divonis salah suami. Hah?! ****
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai lu tadi
Baca
+Pustaka
Malam Terindah Bersama CEO-ku

Malam Terindah Bersama CEO-ku

stardustmoon
Rasanya Luna ingin pergi sejauh mungkin ketika dia mengetahui bahwa bos di tempat kerjanya yang baru adalah laki-laki yang pernah 'tidur' dengannya tadi malam. Meski begitu, Luna tidak dapat memungkiri jika dia menyukai permainan yang terjadi dengan Gavriel semalam. Begitu juga dengan Gavriel. Bahkan lelaki itu tidak tanggung-tanggung akan menawarkan bonus asalkan Luna bisa memenuhi syarat yang dibuat oleh Gavriel. "Syaratnya sederhana. Lo cukup tidur sama gue ketika gue minta," ujar Gavriel sambil membisikkan kalimat tersebut tepat di telinga Luna dengan lembut.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai lu tadi
Baca
+Pustaka
Dinodai Kakak Sebelum SAH

Dinodai Kakak Sebelum SAH

"Apa yang lo lakuin ke gue, Al? Gimana kalo gue sampe hamil? Hiks ..." gue pukul dada polos Aldo dengan menangis histeris. "Lo sendiri yang mau, loh tadi? Gue pake k*n-dom, Nis ... santai dong ..., lagian ini kan belum larut banget? Masih jam sepuluh? Sana gih beberes, biar gue anterin! Ntar kita pikir di jalan alasan buat bokap, lo!" jawabnya enteng dengan beringsut turun dari ranjang. Penyesalan hanyalah penyesalan yang tak akan pernah bisa memperbaiki kehormatan gue ... Hidup gue HANCUR!
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 207 kali sebagai lu tadi
Baca
+Pustaka
Permintaan Spesial Seorang Aktris Wanita

Permintaan Spesial Seorang Aktris Wanita

Aku memegang ujung rok, dengan wajah yang merah baring di kasur pasien. "Aku, aku tadi saat lagi syuting tidak sengaja, duduk diatas alat......jadi tersangkut......" Wajah dokter yang muda terlihat senyum sinis dan tidak bersuara...... Barang yang dikeluarkan masih bergetar di atas piringan. Aku terpesona sama wajah yang tampan di bawah cahaya putih. Menarik tangannya dan meletakkan di bagian tulang selangka, miringkan kepala melihatnya dengan sangat kasihan, "Dokter Jefri, aku masih tidak nyaman, bisa bantu aku periksa lagi?"
7.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai lu tadi
Baca
+Pustaka
Hubungan yang Tidak Jelas

Hubungan yang Tidak Jelas

“Kamu cepat ya, aku tidur dengan ibu angkatmu, tadi beralasan ke kamar mandi untuk datang ke sini.” Sahabat ibu angkatku pernah melihat kekuatanku, malam hari dia diam-diam masuk ke kamarku. Wajah cantiknya memerah karena malu dan berseri-seri, tatapan matanya memikat hingga bisa meneteskan air. “Bibi Nia, kamu .…” Tubuhku kaku dan sedikit bingung, Bibi Nia sudah berlutut menelusuri kasur, membuka mulutnya dan mendekat ke sana.… Sedangkan ketika aku mendongak, melalui celah pintu tepat terlihat mata ibu angkatku yang terbelalak.
2.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai lu tadi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
13
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status