Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
LUKA DI TEPI HATI IBU TIRI

LUKA DI TEPI HATI IBU TIRI

Dia sangat tahu betul bagaimana sikap Rindu pada Topan, karena mereka begitu akrab. "Rindu, kamu ngapain ada di sini," tanya Wisnu dengan ceria. "Mau nyari Topan ya?" "Hai, Wisnu. Iya nih, asem banget ternyata dia Uda pulang, padahal aku mau ajak dia makan di luar." Rindu segera memasukkan ponselnya ke dalam saku. "Lah, sekarang dia gak bakalan mau makan di luar lagi, dia kan sudah punya istri baru!" celetuk Wisnu dengan semringah. "Jelaslah, masakan istri lebih enak daripada masakan luar."
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai lu tadi
Baca
+Pustaka
LELAKI CADANGAN

LELAKI CADANGAN

Tapp Tapp Suara derap langkah terdengar mendekat, Luna nyaris tidak menyadarinya. "Kau hanya sibuk dengan game?" Ucap Gio yang sudah berdiri di sebelahnya sambil melonggarkan dasi membuat Luna melongo. "Kamu? Tumben sekali kamu datang,"ucap Luna sambil memperbaiki posisi duduknya. "Aku tidak akan lama, kau tak merindukanku?" Ucap Gio sambil merapatkan tubuhnya di sebelah Luna. "Kau juga tidak pernah peduli dengan kerinduanku,kenapa aku harus peduli denganmu?" Gerutu Luna.
103.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai lu tadi
Baca
+Pustaka
Dendam Istri Presdir Yang Diperlakukan Seperti Pembantu

Dendam Istri Presdir Yang Diperlakukan Seperti Pembantu

Mayatnya mungkin saja berada di dasar laut, atau tertutup di sebuah tempat, andainyapun ditemukan, tidak ada yang akan mengenalinya, apalagi Luna tidak membawa identitas diri. Luna dan Radit terlihat meminum secangkir teh hangat di ruang tengah yang ada di apartemen Radit. "Radit, maafkan aku, kau harus tidur di sofa ini karna aku menempati kamarmu," ucap Luna. "Tidak masalah, ini sangat nyaman," ucap Radit serasa tersenyum. "Kau sudah mencapai hasil maksimal, postur tubuhmu sudah kembali seperti Luna yang aku kenal," ucap Radit.
1037.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai lu tadi
Baca
+Pustaka
TETANGGA BARU

TETANGGA BARU

tanyaku seraya duduk di sebelahnya "Udah, Dek." "Mas semalam pulang jam berapa?" "Jam lima tadi." "Jam lima? Sekarang baru jam tujuh, tumben Mas udah bangun? Berarti Mas baru tidur dua jam dong? Apa ga capek?" Mas Adrian menoleh. Lalu tersenyum padaku. "Yaa udah ga ngantuk aja. Makanya mas udah bangun sekarang," jawabnya.
1015.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 490 kali sebagai lu tadi
Baca
+Pustaka
Menggoda Ayah Mantan Kekasihku

Menggoda Ayah Mantan Kekasihku

ucap Teddy. Lulu mengambil mikrofon dengan tangan gemetar yang dibuat-buat. Matanya berkaca-kaca. Sebuah akting yang sempurna. "Terima kasih sudah memberi saya kesempatan untuk berbicara," ucap Lulu dengan suara yang bergetar. "Saya datang ke sini bukan untuk balas dendam. Saya datang untuk membela kehormatan adik tiri saya yang selama ini dijadikan wanita simpanan oleh Ares."
1078.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai lu tadi
Tampilkan Ulasan (42)
Baca
+Pustaka
Iin Rahayu
masak sampai bab 435 konfliknya ga ada habisnyaa, kapan cerita yg benar² mereka bahagia dengan cerita yg benar² kehidupan sehari² Ares dan Raya, dan Raya juga tdk Hamil². Siapa lg yg mereka hadapi hbs ini??
Diana
Kakak kenapa sekarang UP Bab nya sedikit sekali dan siang2... ayo kakak yang semangatttt pengen denger cerita Raya hamil dan bagaimana reaksinya Ares pleaseeee kakak🫶🏻🫰🏻... Semangat ya kak selamat menjalankan ibadah puasa......🫶🏻🫰🏻...
Baca Semua Ulasan
Dosenku, Musuhku, Suamiku

Dosenku, Musuhku, Suamiku

Suasana ramai, banyak pasangan dan rombongan mahasiswa lain yang juga antri di depan loket. “Aku pengin nonton film baru yang kemarin rame banget di TikTok. Katanya lucu parah,” kata Lala sambil menunjuk poster film komedi yang terpampang besar. Vivi ikut melirik posternya. “Hmm, boleh juga. Jam tayangnya ada nggak ya?” Mereka mendekat ke papan jadwal. Vivi membaca cepat, lalu menoleh pada Lala. “Ada, tapi baru mulai jam enam sore.”
107.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 236 kali sebagai lu tadi
Baca
+Pustaka
Luka Tak Terlihat

Luka Tak Terlihat

tanya Sasa, yang berdiri di sampingnya. “Dian. Dia nggak akan berhenti sampai dia menghancurkan segalanya,” jawab Aris dengan nada penuh tekad. --- Langkah Maut Saat api berhasil dipadamkan, Aris menemukan sesuatu yang tertinggal di halaman. Sebuah ponsel dengan layar yang berkedip, menampilkan pesan singkat: “Selamat bermain, Aris. Waktumu hampir habis.”
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai lu tadi
Baca
+Pustaka
UNTAMED (Tak Tertaklukkan)

UNTAMED (Tak Tertaklukkan)

Tony tampak sangat bersemangat. "Gue akuin. Level kenakalan lo naik satu tingkat lagi." Ia meletakkan tangan di dada. Tia menjatuhkan tasnya ke meja. "Oh ya? Kenapa gitu?" Tony merangkapkan tangan ke dada. "Karena dulu lo cuma ratu tawuran dan ratu rokok. Tapi sekarang," Tony menunjuk Tia penuh hormat. "Lo nambah gelar jadi Ratu Dugem Harapan Bangsa."
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai lu tadi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status