Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Liara

Liara

Pria itu berbaring, kepalanya di atas perut Liara. "Terjebak dengan orang tidak waras, bukan masalah," tandas Liara. "Selagi dia punya uang banyak." Hening beberapa saat, saat ini Hagan menarik tangan Liara untuk ditaruh di atas kepalanya. "Sekarang jam berapa?" Tangan Liara menuruti kemauan si lelaki. Memberi usapan pelan di rambut hitam itu. "Tujuh." "Pantas. Aku lapar."
9.535.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 702 kali sebagai luna the moon
Baca
+Pustaka
Four Moons

Four Moons

Bu Sinta mengalihkan pandangannya ke arah ibu-ibu di sampingnya, dan menatapnya heran, bu Sinta membatin, Bagaimana bisa wanita di depannya ini mengetahui kalau dirikulah yang akan mendaftar di sanggar ini, dan bukanlah orang lain? “Saya sudah sering mendapat tatapan seperti itu dari banyak orang, mereka semua sama seperti Anda,” canda ibu-ibu itu. Lalu tidak lama kemudian, beliau kembali berkata, “Saya ibu Larni, pemilik sanggar ini.” Ibu itu memperkenalkan dirinya.
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai luna the moon
Baca
+Pustaka
LAILA

LAILA

Nasib sama namun beruntung dialami Laila yang juga melahirkan anak kembar dengan selamat. "Aku ingin melihat kedua anakku." Ucap Laila. "Yang perempuan punya warna mata berbeda seperti ayahnya!" Ucap Laila lagi sambil meneteskan air mata. "Benar matanya sama seperti Wir, memiliki kelainan Heterochromia Iridium." Jelas dokter Yasmine. "Yang laki-laki adalah kakak dan yang perempuan adalah adik. Kamu akan memberikan mereka nama apa?" Tanya dokter Yasmine.
107.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai luna the moon
Baca
+Pustaka
Lusia

Lusia

Perang batin dan juga fisik yang Lusia hadapi benar - benar melelahkan. Hingga di satu titik, Lusia benar benar tertidur. ia tak lagi berpura pura pingsan. *** Sorot cahaya bulan menerobos jendela kaca yang tirainya di sibakan begitu saja meski sudah malam. Lusia melihatnya, ia benar benar bisa melihat sekarang. Penutup matanya sudah di buang. Dan Lusia dapat melihat ruangan yang tak pernah ia lihat sebelumnya.
106.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 203 kali sebagai luna the moon
Baca
+Pustaka
Pengantin Raja Malam

Pengantin Raja Malam

Kemudian Kael berkata, “Luna bukan sekadar nama.” Eric menatapnya. “Jelaskan.” “Dalam sejarah kami, Luna adalah gelar bagi perempuan yang membawa darah Blood Moon.” Selene membeku. “Perempuan?” Kael mengangguk. “Perempuan yang mampu menyatukan darah tiga ras.” Seketika terdengar suara gaduh. “Tiga ras?” “Mustahil.” “Blood Moon sudah punah!”
208 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7 kali sebagai luna the moon
Baca
+Pustaka
Luna dan Para Garda Patriot

Luna dan Para Garda Patriot

Di larut malam, di mana semuanya sudah gelap dan tenang, Sadewa masih harus meneliti kristal yang sudah menciptakan sebuah keajaiban untuknya: Kristal Matahari. Usaha Sadewa tidak sia-sia. Luna tumbuh dengan sehat. Putri kecilnya itu sekarang memiliki semua kecantikan dari Diana-mendiang istrinya: Bertubuh mungil dengan kulit putih bening dan rambut hitam tebal yang indah. Sayangnya, sifat keras kepala Diana juga menurun kepada putrinya. Pagi ini saja, Luna hampir mogok sekolah.
106.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 242 kali sebagai luna the moon
Baca
+Pustaka
Dokter, Maukah Jadi Bayi Susuku

Dokter, Maukah Jadi Bayi Susuku

tutur Luna. Nathan menatap perempuan di depannya cukup lama. Ada sesuatu yang berubah dari Luna sekarang. Luka yang selama ini membuatnya rapuh justru mulai membentuk sisi lain dalam dirinya. "Kamu benar-benar serius ingin menghancurkannya."
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai luna the moon
Baca
+Pustaka
LUKA

LUKA

tanya Nara menatap Intan antusias. Intan mengernyit ia berpikir sesaat dan menepuk keningnya keras, "Gue lupa nanti malam ada party di kolam renang. Kalian gak usah kemana-kemana di sini aja suasana pasti romantis mau ngapain aja juga gak bakal ada yang komplain." "Ngapain apa nih maksudnya?" canda Alvin membuat Intan tertawa. "Ya ngapain aja, nanti malam acara bebas lo pada mau ciuman mau ngapain di sekitar sini juga gak ada yang larang."
87.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 250 kali sebagai luna the moon
Baca
+Pustaka
Alegoria

Alegoria

Namun itulah yang terbaik. Luna duduk di depan cermin, di kamarnya. Ia sisir pelan rambutnya yang sepirang strawbery dan panjang. Kedua mata birunya menunjam tajam bayangannya di balik cermin. Aduhai, cantik bukan main. Matanya biru berwarna laut, sedalam samudera, hidungnya mancung sempurna, bibirnya tipis berwarna delima, kulitnya putih, mulus, dan bersih. Garis wajahnya lembut. Jelita sekali, melebihi rembulan manapun.
103.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai luna the moon
Baca
+Pustaka
Purnama

Purnama

Kalimat itu bagai mantra bagi Purnama. Purnama bangkit dari kasurnya, dibukanya lemari baju. Di dalamnya ada sebuah laci tenpat Purnama menyimpan barang-barang berharga. Ponsel Purnama langsung terlihat begitu laci itu dibuka. Semenjak melahirkan ponsel itu ia matikan dan kini ia ingin menyalakannya. Tombol power pun ia tekan. Hanya dalam hitungan detik ponselnya menyala. Ada foto dirinya dan Bintang sebagai walpaper. Melihat itu hatinya terasa perih kembali.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai luna the moon
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status