Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
ISTRI SEMPURNA DI HIDUP KEDUA

ISTRI SEMPURNA DI HIDUP KEDUA

Rose duduk di ruang kerjanya, menatap dua layar berbeda, berita online dan satu rekaman dari kamera ponsel dari seseorang yang ia sebut orang dalam. Cangkir teh di tangannya pecah karena genggamannya terlalu kuat. Air panas membasahi pergelangan tangannya, tapi ia tak bergeming. "Aku pikir itu cuma omong kosong. Aku pikir dia berubah hanya untuk jadi ibu rumah tangga selamanya," gumam Rose pelan, nadanya seperti mencakar udara. Asisten pribadinya masuk, ragu-ragu, "Rose... ini laporan terbaru. Tadi pagi, Ruby Moon terlihat memasuki studio suara milik Master Lee—"
1028.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 911 Beses bilang madam rose series
Read
+Library
Payung Merah

Payung Merah

"Saya bahkan belum pernah melihat wajah CEO baru kita, Madam." "Kamu benar. Baiklah, kau tidak punya pilihan. Sementara ini kau terima saja." Madam Cleo berbalik pergi. Tika melangkah gontai ke mejanya. Rose segera menghampiri. "Tika, are you okey?" tanya Rose setelah berada di depan Tika. "Umm, nggak. Ra--sanya mau mati," isak Tika.
104.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 126 Beses bilang madam rose series
Read
+Library
ROSES

ROSES

Tapi, selalu saja ada yang mengganggu. Varose menuntun Chanie kearah kamar yang letaknya di lantai dua. Karena Varose telah bersiap, gadis itu hanya menunggu Chanie selesai mengganti pakaian dan membantu gadis itu merias sedikit. "Kulitmu semakin halus, pasti Bibi sangat merawatnya." ucap Varose ketika serbuk bedak memoles wajah Chanie.
102.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 63 Beses bilang madam rose series
Read
+Library
Perfect Wife (Dangerous)

Perfect Wife (Dangerous)

Ucap Rose keras. "Apa kau tidak cukup dengan menyakiti istri mu saat kau masih berhubungan dengan Sarah?! Hah?!! Kau pikir aku tidak tahu kau masih berhubungan dengan Sarah ketika kalian sudah menikah!! Di mana otak mu Dami." Ucapan Rose membuat Damian membeku, ia tidak percaya jika apa yang ia sembunyikan selama ini Mamanya mengetahuinya. "Ma, aku dan Sarah su_"
103.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 132 Beses bilang madam rose series
Read
+Library
Idola Ranjang

Idola Ranjang

Kamar itu sangat berantakan, dan dia sudah tau apa jawaban untuk pertanyaannya. Madam Alice menoleh saat pintu kamar mandi terbuka, dan Rose berdiri di sana dengan dress bunga-bunganya. Terlihat, jika kesedihan sudah sedikit menghilang dari wajah cantiknya. Madam Alice bertolak pinggang di depannya, dan memandang Rose dengan pandangan curiga. "Jangan memandangku begitu Mommy," ucap Rose sambil melangkah kemeja riasnya.
1029.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 591 Beses bilang madam rose series
Read
+Library
Air Mata Maduku

Air Mata Maduku

Lagi-lagi aku mendengar suara wanita itu tanpa berani memandangnya. "Mama ... tolong jangan seperti ini !" Devan terus memohon pada mamanya itu. "Devan, wanita ini hanya karyawan biasa. Apa kamu nggak salah pilih?" Ya Tuhan. Dadaku terasa sesak mendengarnya. Tiba-tiba terdengar langkah kaki seseorang masuk ke ruang rawat ini. "Zahra bukan karyawan biasa! Dia salah satu manajer pemasaran yang luar biasa selama bekerja denganku!"
9.6289.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 10.1K Beses bilang madam rose series
Read
+Library
Rosélina fall in love

Rosélina fall in love

Pria itu tampak kegirangan dan memainkan tangannya, iler di ujung bibirnya tak henti menetes saat gadis cantik bertubuh molek mendekatinya. "Ya benar, gadis cantik. Kemarilah, datang padaku." "Kau memanggilku?" tanya Rose menunjuk dirinya, masih dengan ekspresi datar. "Ya betul, aku memanggilmu. Kemari, duduk dipangkuan paman. Atau kau mau dibawah? Atau mau posisi doggy~" Bugh! Bugh! Bugh! Tiga serangan saja sudah membuatnya terkapar tidak berdaya, Rose mendekati pria yang pingsan terlentang itu "Menjijikan!" setelahnya menginjak keras - keras bagian vital pria tersebut.
2.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 79 Beses bilang madam rose series
Read
+Library
Fall in Rose

Fall in Rose

"Rose?" Mata Rose terbelalak mendengar panggilan itu sebelum ia menutu pintu dengan sempurna, lalu membukanya kembali dan mendapati Bibi Park yang tengah menyalakan lampu tidur diatas nakas. Wanita berambut pendek itu mengangkat kedua sudut bibirnya, menyambut kedatangan Rose. Rose menyalakan lampu utama, agar suasana lebih nyaman. Menempatkan diri di atas kursi yang ada di samping ranjang bibi park.
102.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 117 Beses bilang madam rose series
Read
+Library
PREV
1234
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status