Rujak Pedas di Muka Istriku
Nendiaayah aku rindutolong jangan manjakan akumama aku ingin pulangaku hanya ingin ketenangan
“Iih, dengar dulu penjelasannya.”
Ponsel Indira kembali berdering. “Nah, Mbak Ana. Halo, Mbak. Ini aku sudah sama Bapak ... oh, iya ... iya ... Nih.” Indira menyerahkan ponsel pada Bapak.
Mulanya panggilan masuk merupakan panggilan suara. Ana basa-basi bertanya kabar, lalu menjelaskan keadaan Diana dan posisi Ana yang sedang di Singapur hari ini. Ana menjelaskan dengan hati-hati permintaan Diana, kemudian Ana meminta dinikahkan secara virtual.