Pisah Terindah
Aku membalas tatapannya dingin.
"Kok nggak dimakan, Ma?" Pandangan heran Shahna tertuju padaku.
"Dimakan, kok," balasku sambil menyendok sedikit makanan khas negara Italia itu.
"Biasanya Mama lahap makannya."
"Makannya buruan dihabiskan, Sayang. Habis itu kita mandi. Ntar keburu malam," ujarku mengalihkan pembicaraan dengan Shahna.