My Arrogant Lawyer
Lalu, mau makan apapun juga, Pras yang saat ini berada di rumah, tidak akan mengetahuinya.
“Jadi, apa Mbak? Soto? Bakso? Nasi padang?” Raj menyebutkan satu per satu makanan yang ada terlintas di otaknya. Kalau sampai Mai memuntahkan sebuah alasan lagi, Raj akan angkat tangan setelah ini.
“Soto boleh, bakso, atau nasi padang juga bisa,” lanjut Mai datar masih tetap pada posisi yang sama.
Tidak menjawab ucapan Mai, tidak lama kemudian Raj membelokkan roda empat yang dikendarainya ke sebuah drive thru. Pria itu memesan sebuah burger dengan ukuran besar dan satu gelas iced coffee untuknya sendiri.
Hot Chapters