Asistenku Membuatku Tak Karuan
“Karena Anda butuh makanan hangat yang berkuah. Daging sapi juga bagus untuk membantu memulihkan kadar hemoglobin Anda setelah donor darah semalam.”
Ghea menatap pria di sampingnya itu selama beberapa detik.
Biasanya, Kalandra selalu kaku dan menunggu persetujuannya untuk hal sekecil apa pun demi formalitas pekerjaan. Namun kali ini, dalam urusan seperti makan siang, justru pria itu yang mengambil keputusan lebih dulu.
Anehnya, Ghea sama sekali tidak merasa terganggu.
Dia kembali menyandarkan tubuhnya di kursi. Entah karena staminanya memang sudah lelah, atau karena diam-diam dia mulai percaya bahwa sesekali menyerahkan keputusan kepada Kalandra juga bukanlah ide yang buruk.