DEKAP HANGAT KAKAK TIRIKU
Wajahnya dipulas makeup tipis yang segar, menutupi sempurna jejak tangisannya, dengan sapuan lip tint berwarna cherry yang membuat bibirnya tampak penuh dan menggemaskan.
Rambut panjangnya dicatok bergelombang indah, membiarkan wangi sampo floralnya menguar memenuhi udara.
Gadis itu memancarkan aura tak tersentuh, seolah tragedi semalam hanyalah angin lalu.
"Pagi, Pa. Pagi, Bunda," sapa Rania dengan suara ceria yang mengalun semanis madu.
Ia mencium pipi kedua orang tuanya sekilas, lalu menarik kursi tepat di seberang Sadewa.