Malam Terakhir di Singgasana
Roni menunduk menatapnya, kelopak matanya yang menurun menutupi kegilaan rindu dalam matanya.
Lyra berusaha tenang, lalu menampilkan senyum tipis kepada Roni.
“Aku nggak menangis, ini cuma karena angin.”
“Baguslah kalau ada angin, karena angin akan menyapu kabut,” Roni menatapnya penuh makna. “Nyonya tenanglah, langit akan kembali cerah, segalanya akan membaik.”