Jangan Membenci Cinta
“Maaf hanya sebuah kata Ma, kalau Mama nyenggol Akbi ... Mama bisa minta maaf, tapi ini—“ Kalimat Akbi terjeda karena nafasnya tersengal menahan emosi.
Tidak sanggup mengatakan kata ‘selingkuh’ lagi di depan muka Mamanya meski kenyataan itu memang terjadi, masih segar dalam ingatan Akbi bagaimana terlukanya sang Papa setelah mengetahui Mamanya selingkuh.
“Akbi tau wanita sosialita lainnya banyak yang mencari kesenangan dengan pria muda, tapi Akbi kira Mama Akbi enggak akan melakukan perbuatan hina itu ... ternyata Akbi salah ya, Ma.”
“Mama menyesal Akbi, Mama menyesal ... tolong maafkan Mama.”
Isak tangis penyesalan mengudara diiringi air mata yang menderas.
“Pergilah Ma, Akbi capek!”
Hot Chapters