Tukang Pijat Tampan
“Ikut… biar cepet…”
“E… ayo kalau gitu…” kata Adit ragu. Ia khawatir, mandi bareng akan membuat mandinya tak kunjung selesai.
Mereka pun mandi. Dan benar saja. Senjata Adit kembali berdiri. Tapi, tak terjadi apa-apa. Ayunda pura-pura cuek dan tak melihat pentungan yang menggemaskan itu. Ia tahu batas tubuhnya. Jika main lagi, ia pasti jatuh sakit. Jadi, acara mandi itu murni mandi saja. Lalu mereka berpakaian.