Rasa
Suasananya sudah mulai riuh, masih banyak yang mengantri untuk mandi, dan beberapa mengantri untuk mengambil wudhu.
"Eh, Abian. Antum udah wudhu?" seorang teman menyapa sembari menepuk punggung belakang Abian. Abian berjalan diam mengarahkan pandangannya ke lantai per lantai yang ia injak. Dirinya sedikit mempercepat langkahnya, tanpa menjawab sepatah katapun.
“Lah, salahkah? Perasaan nanya baik baik tadi.” gumam temannya membiarkan Abian berjalan lebih dulu.
Hot Chapters