Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
PREMAN DILAMAR SHALEHAH

PREMAN DILAMAR SHALEHAH

Arash memang membuat sebuah kulah berukuran sederhana. "Kau, ternyata memiliki cahaya terang yang tersembunyi, suamiku!" Gumam Aisha yang mengintip dari tirai bambu yang disingkap di kamar. Ia menyiapkan diri untuk memulai aksinya memancing Arash. Arash merapikan buah-buahan, kemudian ia sendiri memeriksa kayu bakar apakah masih ada untuk persiapan. "Mas," panggil Aisha. Ia menyembulkan kepalanya dibalik pintu. Namun, bagian lehernya tetap dibiarkan nampak.
108.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 265 Beses bilang mangatoon di balik cadar aisha
Read
+Library
Obsesi Cinta Sang Mafia

Obsesi Cinta Sang Mafia

Bola mata hijau yang terlihat berubah warna menjadi abu ketika terkena cahaya. “Non Aisyah adalah kecantikan yang sempurna. Jika cadar itu terbuka, mungkin ada banyak pria yang akan memotong tangan mereka dengan pedang tanpa sadarnya.” Fatma yang seorang wanita saja sangat mengagumi kecantikan Aisyah.
1013.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 309 Beses bilang mangatoon di balik cadar aisha
Read
+Library
MARNI

MARNI

Semakin berat, semakin dia harus berkonsentrasi menggerakkan jari-jari lentiknya dalam sebuah gerakan, kelamaan rasa perut begitu mual, namun dia tahan demi sempurnanya penyatuan itu. Hingga ketukan ritme Gendingan itu berakhir laun, kepala semakin berat seperti hendak dia jatuhkan dan, bughk!!! Seperti hantaman keras tubuhnya terdorong hingga rasa m u a l itu tak tertahankan lagi. D a r a h menyembur dari mulut Marni, mata terbalik, senyum mengerikan tersemat perlahan. Dia tertawa terbahak, kemudian mengambil mangkuk bunga kantil dan memakannya, menegak cairan amis dari seekor ayam jantan hitam. "Balaskan dendamku," ucap Marni dengan raga yang sudah menyatu dengan Nyai Asih. Mereka adalah s
1.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 51 Beses bilang mangatoon di balik cadar aisha
Read
+Library
Istri Yang Kau Campakkan Bukan Wanita Biasa

Istri Yang Kau Campakkan Bukan Wanita Biasa

Ia kembali melanjutkan pekerjaannya. Aisyah menautkan dirinya di depan cermin. Balutan gamis warna Lavender terlihat sangat sempurna melekat di tubuhnya. [Bagaimana sudah siap? Seharusnya kamu tidak berjuang sejauh itu.] Satu pesan masuk dari Rendra membuat pipi Aisyah bersemu merah. [Kamu tahu?] Dengan polosnya Aisyah bertanya seperti itu. [Tidak juga. Saya hanya menebak saja.]
105.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 170 Beses bilang mangatoon di balik cadar aisha
Read
+Library
Affair With Mantan

Affair With Mantan

Dia memasakkan nasi goreng yang mana harum masakannya masuk ke dalam kamar Ares. Ares berjalan keluar dari kamarnya dan langsung menuju ke arah dapur. Dilihatnya Kaira yang sedang asik memasakkan nasi goreng tanpa mengetahui Ares yang sudah berdiri di belakangnya. Grep! “Ma, pijitin lagi dong. Aku lagi pengen dipijit sama Mama nih,” bisik Ares tepat di telinga Kaira. Tangannya terlingkar sempurna di perut Kaira dari belakang. “Kamu wangi banget deh,” bisik Ares lagi yang dengan beraninya dia mengendus bau sabun dan shampo yang digunakan oleh Kaira.
1.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 32 Beses bilang mangatoon di balik cadar aisha
Read
+Library
Supirku Sayang

Supirku Sayang

"Eh, tunggu sebentar. Jangan-jangan kamu masih ragu sama Damar karena di sisi lain hatimu, kamu juga membutuhkan Zaid." "Aisha!" "Cubit lagi nih ya." Sheila mengarahkan tangannya ke arah Aisha. Namun Aisha berusaha menahan lengan Sheila. Mereka pun tertawa bersama saat keduanya terjatuh ke ambal berwarna merah.
106.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 133 Beses bilang mangatoon di balik cadar aisha
Read
+Library
Diabaikan Keluarga, Diratukan CEO Misterius

Diabaikan Keluarga, Diratukan CEO Misterius

Di pandangan Cakrawala, Aisha tampak manis dan enerjik, sesuai seperti usianya. Gaun berwarna merah muda lembut sebatas lutut, rambut panjang yang tergerai bebas, serta polesan bedak yang natural, memanglah komponen yang paling tepat untuk gadis muda seperti Aisha. Mulut Cakrawala bahkan sampai terbuka tanpa disadari. Sampai-sampai, Aisha pun menegur sang suami dengan malu-malu. "Em, Pak Cakra!"
102.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 86 Beses bilang mangatoon di balik cadar aisha
Read
+Library
Senandung Cinta Aisyah

Senandung Cinta Aisyah

Meski begitu, tak ada tembok penghalang bagi keduanya untuk tetap saling menghormati satu sama lain. Singkat cerita, Aisyah telah kembali dari salat. Mereka meneruskan petulangan yang sempat tertundu. Aisyah menyempatkan diri mengirim chat pada ibunya, karena hari ini mungkin ia akan pulang sedikit malam dari biasanya. Di salah satu toko baju khusus wanita yang ada di mall terbesar di kota ini pun, Aisyah mengekor di belakang Erka. Sesekali Erka meminta usulannya atas pakaian yang gadis itu pegang.
104.7K viewsOn holdIdinagdag sa Library 151 Beses bilang mangatoon di balik cadar aisha
Read
+Library
Wanita Bercadar Yang Ku Nodai

Wanita Bercadar Yang Ku Nodai

Di mana kehidupannya yang tidak bisa memilih hanya bisa berserah pasrah dengan keadaan. Selang beberapa menit kemudian. Wanita cantik itu sudah tiba di panti Azhar. Ia pun memarkir motornya sembari turun dari motor, berjalan mendekati panti Azhar. "Assalamualaikum." salam Belia ketika melihat seorang wanita paruh baya. "Waalaikumsalam. Maaf, cari siapa ya?" Tanya wanita paruh baya tersebut yang tak lain dan tak bukan, Bunda Mahesa pemilik panti Azhar.
108.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 308 Beses bilang mangatoon di balik cadar aisha
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status