Hati yang Tak Pernah Siap
Musik jazz mengalun pelan dari speaker, dan aroma kopi memenuhi udara.
Di sudut ruangan, duduk seorang pria dengan setelan kasual rapi. Kemeja abu-abu digulung di lengan, jas tergantung di sandaran kursi. Di hadapannya, secangkir caramel latte yang sudah mulai mendingin. Namun ia tak bergeming. Matanya fokus pada buku tebal bersampul hitam yang terbuka di tangannya.
Empat jam.
Adrian belum beranjak, belum membuka ponsel, bahkan belum menyentuh makanannya yang disajikan setengah jam lalu.
ตอนยอดนิยม