Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SECOND VIRGIN

SECOND VIRGIN

Nama work nya The Devil Ex Bagi yang penasaran dan belum baca, bisa langsung aja klik link di bawah ini ya https://www.w*****d.com/story/310337600?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=story_info&wp_page=story_details_button&wp_uname=chachaprima&wp_originator=CNxk%2BrwKsnZ65LGScGE6Ej1J%2FMFBNzpBwsIiZuCAc7H0rB62QRv5SfsYpQDv5%2FCbIYoR7C0ur%2FFGRr9xOj5%2FmriGHc7Dquj4wZlqpYqz0VlWaivjUA8to3VcN2PP7%2FRL Tolong bantu vote dan komen ya man teman 💞
107.5K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai manhwa never too late raw
Baca
+Pustaka
Kita yang Terlambat Jatuh Cinta

Kita yang Terlambat Jatuh Cinta

Kamar itu sunyi. Kamar itu kecil dan pengap. Jendela terbuka lebar membiarkan cahaya matahari siang menyusup masuk bersama angin. Di sudut ranjang kayu yang mulai rapuh, Samsara duduk bersila dengan ponsel di tangan. Ia membuka G****e, mengetikkan nama yang sejak pagi tertahan di benaknya. EZRA MAULANA JUSUF
903 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai manhwa never too late raw
Baca
+Pustaka
Gadis Tanpa  Ingatan

Gadis Tanpa Ingatan

Hanya rasa selesai yang tertunda. Ia menutup ponsel, menatap langit. Bintang-bintang samar terlihat. Raina mengambil pena tua itu, membuka buku catatan. Ia menulis tentang akhir yang tidak meledak, tentang keadilan yang datang pelan, tentang keberanian yang tidak selalu berteriak. Pagi berikutnya, Raina berjalan ke kantor dengan langkah mantap. Lobi ramai, tapi tertib. Di dinding, poster kebijakan baru terpasang—jelas, sederhana. Ia tersenyum kecil.
10983 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai manhwa never too late raw
Baca
+Pustaka
Melupa Rasa

Melupa Rasa

Menggoda. 'Seksi.' balas Abi disertai emoji hati. Sedetik kemudian Retania membalas dengan emoji tertawa bahagia. Abi tersenyum simpul. Ya, inilah sesuatu yang lain dari sosok Retania Gunardi. Abi tahu, ia seorang hypersex. Gadis itu menilai seseorang hanya dari visual. Tak heran dia begitu mudahnya jatuh ke dalam pesona Abi.
108.6K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 293 kali sebagai manhwa never too late raw
Baca
+Pustaka
Kelahiran Kembali Sang Tuan Muda

Kelahiran Kembali Sang Tuan Muda

Tidak peduli jika itu adalah darah dagingnya sendiri, karena dia memang tidak memiliki sisi lain yang seharusnya dimiliki oleh setiap manusia. "Ah ya, ulang tahunku sebentar lagi. Aku akan membuat kejutan yang tidak pernah dibayangkan oleh semua orang." Ingat jika ulang tahunnya akan dilakukan satu minggu lagi, pria tua itu tersenyum tipis - terkesan sangat dingin. Entah apa yang sedang dipikirkannya, untuk kejutan ulang tahunnya sendiri. *** Sementara itu, di mension, Ryan sedang meneliti lambang-lambang dari tato yang ia ketahui dari para anggota "kelompok" rahasia yang pernah ia ikuti.
109.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 292 kali sebagai manhwa never too late raw
Baca
+Pustaka
Yang Tidak Pernah Sampai

Yang Tidak Pernah Sampai

Gala : | *foto | Ini kak, bukti kelulusan saya. Sekitar dua menit, pemuda itu belum menerima balasan apapun dari kakak tingkatnya. Pemuda itu mulai beralih, membuka aplikasi untuk menonton streaming. Felicia : | Baik, aku undang kamu ke grup, ya! Selamat bergabung dengan keluarga baru, Janggala Kharisma. Felicia invited you to group “Ilmu Hukum 2020”
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai manhwa never too late raw
Baca
+Pustaka
Janji yang Tak Sempat Usai

Janji yang Tak Sempat Usai

Dan perasaan itu semakin kuat ketika satu email masuk ke inbox-nya sore itu. From: keane.alvaro@valerian.co.id Subject: Waktu sebentar malam ini? Nayla menatap layar ponsel lama. Jantungnya berdetak lebih cepat. [Café de Noire – 19.00]
10418 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai manhwa never too late raw
Baca
+Pustaka
Tawanan Hati Sang Tuan Muda

Tawanan Hati Sang Tuan Muda

Rasa kemanusiaannya lebih besar daripada ketidak inginannya. ‘’Telat!’’ seru Raja dengan wajah marah. ‘’Kenapa tidak membantu dari tadi? Kalau sudah begini, kan, yang sakit tambah sakit. Yang tidak sakit jadi sakit!’’ Meski begitu, Raja tidak menolak saat tangannya diarahkan ke pundak Pia untuk merangkul. ‘’Maaf, Tuan.’’ Pia jadi merasa bersalah dan meredupkan kecanggungan itu.
642 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai manhwa never too late raw
Baca
+Pustaka
NEVER ENOUGH

NEVER ENOUGH

pamit Hana dan keluar dari mobil. *** NB. Visual yang dimaksud dalam cerita ini untuk karakter Ryu Devan Adiwijata adalah Choi Yeonjun (Personil TXT). Jadi duplikat urutan gigi disini sama persis (silahkah seacrh di google 😊)
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai manhwa never too late raw
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status