Tuan, Aku Hamil!
tanyaku balik, suaraku sedikit menantang, meski dalam hati aku tahu jawabannya.
Dia menoleh padaku sekilas, matanya menyipit sedikit, tapi kali ini senyumnya semakin lebar, lebih licik. "Nggak," jawabnya dengan singkat, suaranya penuh keyakinan.
Mobil melaju dengan kecepatan yang stabil, tidak begitu cepat namun juga tidak lambat. Di dalam mobil, perasaanku mulai bercampur aduk. Ketika kami mendekati sebuah rumah yang besar, jantungku berdebar semakin kencang. Di depanku berdiri sebuah mansion mewah, dikelilingi oleh pagar tinggi dan taman yang terawat sempurna, lengkap dengan pohon-pohon besar yang berjajar rapi di sepanjang jalan masuk. Rumah itu sendiri berlantai tiga, dengan jendela-jend