Belenggu Cinta
“Padahal, di saat kamu butuh bantuan, akulah satu-satunya orang yang datang menolongmu. Aku bahkan nggak masalah seandainya kamu memanfaatkanku demi uang. Tapi, kenapa kamu nggak pernah mau manjadi milikku?”
Selina tercenung.
Jika boleh jujur, pertanyaan Angga agak mengejutkan baginya. Tapi bukan berarti itu pertanyaan yang sulit. Sembari mengusap lembut kepala lelaki yang berbaring di sampingnya itu, Selina menjawab, “Angga, hati manusia nggak bisa dibeli dengan uang. Sekeras apa pun kamu berusaha, cintaku tetap untuk Erlan. Jadi, menyerahlah.”
Bab Populer