KAMAR KEDUA
Debu tipis terangkat, lalu jatuh lagi.
Tidak ada yang aneh.
Ia melanjutkan langkahnya ke sisi selanjutnya. Rak berikutnya berisi berkas.
Map-map lama, sebagian menguning, sebagian sudah melengkung di bagian ujung.
Satria mengambil satu map lalu membukanya. Kertas di dalamnya berderit pelan saat dibuka. Ia membaca sekilas.
Manifest pengiriman.
Nama barang ditulis singkat, spare part mesin. Tanggal lima tahun lalu. Matanya sempat berhenti satu detik lebih lama.