Godaan Mama Muda
"Ada, Pak. Sebentar..."
Aku membuka ransel dengan terburu-buru. Tangan kiriku sedikit gemetar karena lengan yang masih perih, tapi kupaksa tetap stabil. Dari dalam, kutarik sebuah map biru yang tadi pagi sudah kususun rapi.
"Ini, Pak." Aku menyerahkannya dengan kedua tangan.
Bapak itu menerima mapnya, membuka sedikit, lalu memeriksa beberapa lembar. Ia mengangguk pelan sambil bersiul kecil, seolah puas melihat kelengkapan berkas.