Tawanan Cinta Sang Penguasa
tanyanya akhirnya.
Gregory kembali menatap Marco, kali ini lebih serius. Ia membuka laci mejanya dan mengambil sebuah map bersegel—berwarna merah gelap, berbeda dari dokumen perusahaan biasa. Ia meletakkannya perlahan di atas meja, di hadapan Marco.
Marco mengerutkan dahi. “Itu bukan file merger.”
“Bukan” jawab Gregory. “Ini lebih personal.”
Marco menatap map itu lama, sebelum tangannya terulur dan membuka isinya. Di dalamnya, ada beberapa lembar kertas tebal, biodata yang ditulis dengan sangat rapi, terstruktur. Di pojok kanan atas, tertera nama:
Hot Chapters