Candu Dekapan Kakak Ipar
Pupil mata Inggrit membesar, bibirnya bergetar tanpa suara. Langkahnya mundur setengah tapak, seolah lantai di bawah kakinya mendadak runtuh.
“Mas …,” napasnya tercekat. “A-apa maksud kamu?”
Radja hanya menatapnya—diam, tajam, dan terlalu tenang.
“Maksud saya jelas. Kalau kurang jelas, berarti ada yang salah sama kamu,” jawab Radja dingin.