Terjebak Gairah Siluman
Ruangan sempit itu mendadak terasa sesak oleh hawa hitam yang menguar dari pori-pori kulitnya, merayap di atas lantai beton seperti kabut beracun.
"Jadi, ini caramu bermain, Jalang?"
Mamat mencopot kancing seragamnya satu per satu dengan gerakan lambat yang penuh ancaman. Kain seragam itu jatuh ke lantai, menyingkap tubuh kurusnya yang liat dan dipenuhi urat-urat menonjol.
Wulan berdiri tegak di tengah ruangan. Cahaya monitor yang berkedip-kedip memantul di kulitnya yang polos, memberikan kilau keperakan pada setiap lengkung tubuhnya.