PEMBALASAN DENDAM SANG LADY
Mata air itu berkilau samar diterpa cahaya matahari yang menembus kabut, menimbulkan uap tipis dari permukaan air yang dingin namun bersih.
Eveline menarik napas dalam-dalam, aroma tanah basah bercampur kesegaran air membuat dadanya terasa lega untuk sesaat. Ia berjongkok, menyentuh air dengan jemarinya, merasakan dingin menggigit namun segar.
“Ini… indah sekali,” bisiknya, hampir tak terdengar.
Kedua pemuda Lumor yang menemaninya menurunkan tong-tong kayu yang mereka bawa, mulai mengisi air dengan hati-hati.