PENDEKAR CAMBUK HALILINTAR
Wajahnya terlihat menyeringai seolah-olah sedang menahan rasa sakit yang teramat sangat.
“Kurang ajar!” geramnya, “Kautelah melakukan kecurangan, Pendekar Mata Satu! Kau biadab...!”
Pendekar Mata Satu menatap tajam seolah kaget kepada lawannya, lalu tiba-tiba ia tertawa terbahak-bahak, sebelum membentak, “Heh, pendekar dungu! Mana ada pendekar beraliran hitam seperti kita ini yang tak curang dan paham adab! Apakah kautelah merasa diri sebagai seorang pendekar beraliran putih, heh!”