Perjalanan Waktu Nona Pewaris
Winda meletakkan bunga di depan batu nisan, matanya memerah sebelum bisa berbicara.
Dia mengulurkan tangan untuk menyentuh batu nisan yang dingin itu, bersandar dan duduk di sana. Dia berkata dengan lembut, “Ma, aku datang untuk menemui Mama.”
“Aku sudah lama nggak melihat Mama. Mama nggak marah, ‘kan?” Winda menatap wajah Sinta di foto, menempelkan wajahnya di batu nisan itu, seolah dia masih bisa merasakan kehangatan ibunya, dan berkata sambil terisak, “Ma, aku merindukan Mama. Ada banyak hal yang nggak bisa aku ceritakan pada siapa pun. Aku hanya bisa memberi tahu Mama.”
Bab Populer