Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ksatria Pengembara Season 2

Ksatria Pengembara Season 2

“Katakan cepat. Amanat apa yang dititipkan Pawungu padamu!” “Aku dimintanya menyerahkan benda ini...” kata Maithatarun seraya mengeluarkan sebuah benda berwarna kuning yang berkilauan tertimpa sinar sang surya pagi. “Sendok Pemasung Nasib!” seru Jin Terjungkir Langit dengan keras dan mata mendelik besar. Sekujur tubuhnya bergeletar. Lebih-lebih ketika Maithatarun mengulurkan tangannya siap menyerahkan sendok itu pada si orang tua.
9.5243.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.3K kali sebagai mata sendu adalah
Tampilkan Ulasan (65)
Baca
+Pustaka
Rmdni
kak izin promosi yah. ayo baca ceritaku kisahnya seru karena menceritakan Fantasi lokal, yang bakal memuat cerita lokal terus dipadukan dengan hal fantasi. judulnya: Legenda: Nusantara jangan lupa voted ya kak ......
KSATRIA PENGEMBARA
Jangan lupa mampir ke cerita baru saya berjudul : SI BUTA DARI SUNGAI ULAR 'Dalam kegelapan, sosok seorang putra. Dendam dan lara menutup kedua matanya. Dia terjerumus sebagai manusia. Dan bangkit menjadi Legenda'
Baca Semua Ulasan
Air Mata Maduku

Air Mata Maduku

"Eh, ternyata barang pesananku sudah datang. Waaah, bagus-bagus banget ternyata!" Dengan sengaja aku membuka satu persatu barang-barang itu di depan Liana. Maduku yang sedang pura-pura sibuk dengan ponselnya itu terlihat sesekali melirik dengan ekor matanya. Namun jelas sekali wajahnya sangat kesal. "Liana, lihat deh. Bagus banget kan tasku ini. Keluaran terbaru, loh! Limites edition, loh!"
9.6290.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.1K kali sebagai mata sendu adalah
Baca
+Pustaka
Mata Ketiga Manda

Mata Ketiga Manda

jelas Manda. “Itu adalah logo sebuah perusahaan global terbesar. Pemiliknya bernama Matew Rock,” “Lalu ... apa hubungannya dia dengan Nicol?” “Kalau aku tau untuk apa kita melakukan penyelidikan!” bentak Colin. Seperti dugaan akhirnya Manda harus keluar dari ruangan Colin dengan lesu. Tapi tentu saja dengan cepat Colin segera mencari info yang berkaitan dengan Nicol dan perusahaan yang dimiliki oleh Matew Rock.
937 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai mata sendu adalah
Baca
+Pustaka
Mata Elang

Mata Elang

“Sebentar Mas!! Ada telepon dari mama,” Vanya segera menunjukkan layar ponsel ke Purnomo dengan kontak yang bertuliskan ‘Mama’. “Ingat!!! Segera masuk, jangan lama-lama diluar!!!” gertak Purnomo. Vanya mengangguk sambil mengangkat telepon, “Hallo Ma.” Purnomo segera masuk rumah untuk menunggu Vanya. Rumah sangat sepi ketika Mawar pergi bertemu dengan temannya, sedangkan Anita sedang berbelanja kebutuhan satu bulan.
108.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 325 kali sebagai mata sendu adalah
Baca
+Pustaka
AIR MATA RINDU

AIR MATA RINDU

Semua pesan yang kukirim pada Mbak Zita pun tak ada yang dibaca. Kulempar tatapan ini ke luar jendela yang langsung menyuguhkan pemandangan sawah. Tiba-tiba sekelebatan bayangan Mas Dimas melintas di depan mata. Aku masih sangat ingat jika kami suka sekali mengunjungi sawah orang tua Mas Dimas saat libur bekerja. Hanya sekedar makan bersama atau duduk-duduk pada gubuk yang ada di sana.
1013.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 371 kali sebagai mata sendu adalah
Baca
+Pustaka
Sang Putri Naga

Sang Putri Naga

ucap Galen sendu. Matthew pun ikut memasang wajah sendunya, "Tenanglah, aku akan mengusahakan yang terbaik untuk menemukan pelakunya. Bagaimanapun, Lucy adalah sahabatku juga. Dan aku berhutang budi padanya" ucap Matthew serius. Galen tersenyun kecil pada sahabatnya itu, "Terima kasih" ucap Galen. ~~//~~
5.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai mata sendu adalah
Baca
+Pustaka
Pusaka Warisan Semut Rangrang

Pusaka Warisan Semut Rangrang

"Pusing apa pusing, Mas? Mata Mas kok nggak kedip lihat Mbak Sari?" ​Sari tertawa renyah, suaranya manja sekali. "Halah, Lala jangan galak-galak. Mas Madun, sini mampir dulu. Mbak punya jamu khusus 'Urat Madu' baru dari kampung. Katanya bisa bikin linggis yang lemas jadi sekeras beton pelabuhan. Mau coba?"
67.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 204 kali sebagai mata sendu adalah
Baca
+Pustaka
KUBELI KESOMBONGAN, GUNDIK SUAMIKU

KUBELI KESOMBONGAN, GUNDIK SUAMIKU

Mata Ibu mendelik tajam, ikut menatap ponsel yang masih berada dalam genggaman tanganku. "Dia kirim pesan, isinya …." ~Aksara ocean~
9.769.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai mata sendu adalah
Baca
+Pustaka
Perjalanan Waktu Nona Pewaris

Perjalanan Waktu Nona Pewaris

Winda meletakkan bunga di depan batu nisan, matanya memerah sebelum bisa berbicara. Dia mengulurkan tangan untuk menyentuh batu nisan yang dingin itu, bersandar dan duduk di sana. Dia berkata dengan lembut, “Ma, aku datang untuk menemui Mama.” “Aku sudah lama nggak melihat Mama. Mama nggak marah, ‘kan?” Winda menatap wajah Sinta di foto, menempelkan wajahnya di batu nisan itu, seolah dia masih bisa merasakan kehangatan ibunya, dan berkata sambil terisak, “Ma, aku merindukan Mama. Ada banyak hal yang nggak bisa aku ceritakan pada siapa pun. Aku hanya bisa memberi tahu Mama.”
9.839.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai mata sendu adalah
Baca
+Pustaka
RAHIM GADIS SEWAAN

RAHIM GADIS SEWAAN

Matt mengangguk berkali-kali. “Eng … uncle yang tiga itu juga kerja di sini? Aku ingin main dengan mereka.” “Mereka sebentar lagi datang, sayang. Sambil menunggu mereka datang, bagaimana kalau video call Mama?” tawar Alejandro. Dari semalam Zevanya tak memberikabar padanya. Pesannya pun tak dibalas. Apa sesibuk itu sampai tak sempat membalas pesan? Jika ini Matt apa dia akan tetap mengabaikan? Pria itu menekan tombol panggil pada kontak dengan nama My Love. Dia memberikan ponselnya pada Matt.
1073.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai mata sendu adalah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status