MERTUA RASA MADU
Wanita yang kenal dekat denganku itu nampak heran melihat mata ini yang sembab, dia memberi isyarat bertanya lebih lanjut namun aku tidak menanggapinya langsung naik ke atas objek dan meluncur pergi.
Sesampainya di rumah ibu, kutekan bel pintu dengan perasaan membuncah, aku belum saja bertemu dengan wanita yang paling kucintai di dunia, namun hati ini sudah meronta-ronta ingin menumpah ruahkan air mata, aku ingin menangis di dalam pelukan ibuku tercinta.
"Siapa?"
"Sa-saya, Bu, Mariana," jawabku dengan suara parau.