Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menipu Sang CEO Buta

Menipu Sang CEO Buta

Kita harus mendatangi satu persatu, dengan begitu saat tiba di san, sugesti yang aku tanamkan tadi akan aktif, dan membuatmu mengingat hal yang sudah kau lupakan itu. "Hanya itu? Akan sangat mudah, Vy. Tempat ini mungkin banyak, tapi tidak terlalu jauh. Semuanya berdekatan." Matteo menghafal daftar tempat itu dan menyusun rute paling praktis. "Aku membenci sekolah ternyata. Tidak mengejutkan," gumam Matteo. Tersenyum kecil membaca sekolah di daftar itu. Matteo merasa normal, karena seperti anak yang lain, dia membenci masa sekolah.
109.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 218 kali sebagai mata sendu adalah
Baca
+Pustaka
Teman tapi Menikah

Teman tapi Menikah

“Yang nyuruh kamu beliin Mama gadget mahal-mahal juga siapa sih, Ta? Masih mending pakai hp Mama yang type 3315. Ada pencetannya, Mama jadi gampang kalau kirim SMS ke kamu.” “Hello, Ma! Mama hidup di zaman batu, ya? Sekarang udah zamannya telegram, Ma, telegram! SMS itu udah kuno banget. Dan Cintara yakin dari sekian Mama-Mama yang hidup di Jakarta, cuma Mama doang yang pakai SMS buat bertukar pesan sama Cintara!” desah perempuan itu kesal. “Bodo amat deh, Ta. Yang penting Mama masih bisa komunikasi sama anak Mama aja udah syukur.”
7.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 274 kali sebagai mata sendu adalah
Baca
+Pustaka
Senandung Masa SMA

Senandung Masa SMA

“SIAPA???? Rama maksud lo?” seru Rama saat menelepon Matari sesaat setelah cewek itu mengirimkan SMS padanya. “Ampuuun, jangan kenceng-kenceng, telinga gue bisa budek permanen tahu! Lagian gue kan cuma SMS, kenapa langsung nelepon sih?” timpal Matari.
12.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 365 kali sebagai mata sendu adalah
Baca
+Pustaka
Senja Pertama

Senja Pertama

“Maaf Sendanu baru ke sini. Mama baik-baik aja kan selama Sendanu nggak ada?” “Nggak Nu. Mama akan baik kalau kamu tetap di sini. Kenapa kamu pindah Nak?” Tangan Sekar menggapai Sendanu. Tatapannya menyiratkan kesedihan. “Ada Riris, Ma. Dia bisa ngobrol sama Mama supaya Mama nggak kesepian.” “Siapa itu Riris?” Sendanu mengerutkan keningnya. “Riris anak Mama. Adik Sendanu. Mama ingat kan?”
7.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 219 kali sebagai mata sendu adalah
Baca
+Pustaka
MATI RASA

MATI RASA

Padang, Sumatra barat. Seusai sarapan bersama tadi, Aulya hanya duduk termenung sendirian di kamarnya. menatap keluar jendela melihat pohon yang daunnya bergoyang ditiup angin semilir, Aulya mengurung diri hampir seharian membuat Nabil heran, dan menimbulkan tanda tanya umi Habibah akan perubahan sikapnya.
107.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 194 kali sebagai mata sendu adalah
Baca
+Pustaka
Mata Ketiga

Mata Ketiga

tutur halus sang ibu. Lydia terlihat masih sibuk dengan barang bawaannya. Terlihat satu tas ransel cukup besar serta sebuah travel bag warna merah siap dibawanya. Ibunya yang sedari tadi memperhatikan Lydia senyum-senyum sendiri. Dia berharap masa depan anak gadisnya itu lebih cerah saat pindah ke Jawa. Khususnya keistimewaan dari Lydia yang memiliki ‘Mata Ketiga’ karena dapat melihat penampakan makhluk halus, semoga tidak menghalanginya meraih cita-cita di kemudian hari.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai mata sendu adalah
Baca
+Pustaka
Hai Om, Aku Calon Istrimu!

Hai Om, Aku Calon Istrimu!

kata Safa lembut, jauh dari versi berisik. Mama memejamkan mata, mencoba menenangkan diri. Dadanya naik turun tak beraturan. “Sayang,” suara Mama lirih, bergetar. “Siapa yang mengirim benda menjijikan itu?” Aku tersenyum, lalu duduk di sisi lainnya. “Aku belum yakin siapa pengirimnya, Ma,” jawabku hati-hati. “Tapi aku sudah punya beberapa nama yang kemungkinan besar pelakunya.”
1017.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 656 kali sebagai mata sendu adalah
Baca
+Pustaka
Gairah Terpendam Tuan Ahli Waris

Gairah Terpendam Tuan Ahli Waris

Matthew memandang sendu pada ponselnya, sudah dua kali mengirim pesan pada Gwen tapi sama sekali tidak ada yang dibalas! Apa Gwen masih marah padanya? Sebegitu besarnya kah kebencian Gwen padanya hanya karena dirinya bersikap tidak tegas?
104.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai mata sendu adalah
Baca
+Pustaka
MERTUA RASA MADU

MERTUA RASA MADU

Wanita yang kenal dekat denganku itu nampak heran melihat mata ini yang sembab, dia memberi isyarat bertanya lebih lanjut namun aku tidak menanggapinya langsung naik ke atas objek dan meluncur pergi. Sesampainya di rumah ibu, kutekan bel pintu dengan perasaan membuncah, aku belum saja bertemu dengan wanita yang paling kucintai di dunia, namun hati ini sudah meronta-ronta ingin menumpah ruahkan air mata, aku ingin menangis di dalam pelukan ibuku tercinta. "Siapa?" "Sa-saya, Bu, Mariana," jawabku dengan suara parau.
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai mata sendu adalah
Baca
+Pustaka
JALAN PANJANG DI UJUNG DESA

JALAN PANJANG DI UJUNG DESA

Amit itu bahasa Madura yang artinya sama dengan Nuwun Sewu dalam Bahasa Jawa. “Nggi, toreh Pak.” Tama tidak kalah menujukan keramahannya. Tama sudah menerima jawaban dari Sekar. “Maff, ya, Mas.” Balasan dari Sekar tidak memberikan alasan kenapa dia tidak bisa untuk ke Sukapura. Kata maaf juga menjawab bahwasannya tawaran menggeser ke lain waktu dari Tama juga tidak bisa. “Baik, kita atur lain waktu ya.” Balasan dari Tama masih menyisakan harapan untuk lain kesempatan bisa ngopi bareng di salah satu kafe di Pegunungan Tengger.
72.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai mata sendu adalah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status