Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MATI RASA

MATI RASA

] Ucap Farhan marah dan terlihat raut wajahnya begitu jengkel. [Aku minta maaf sayang, aku kemarin lagi sibuk buat persiapan kontrak kerja sama aku! Kamu jangan berfikiran yang aneh-aneh. Aku enggak akan mungkin main serong di belakang kamu, karena aku udah berkomitmen sama kamu! Tolong dong kamu jangan gini! Aku tu sakit tau kamu giniin!]
107.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 242 kali sebagai mata tenseigan
Baca
+Pustaka
Menuju Matahari

Menuju Matahari

“Kau siapa?” “Aku Tanpa Aran.” Alis Nara berkerut. “Kaubilang kau punya pesan penting buatku? Buat kami semua?” “Ya. Akan ada bencana besar. Dan Mataram akan punah. Daripada menunggu nanti-nanti, kalian semua mending mati sekarang!” Nara saling bertatapan dengan Rangga dan Ki Sumendi. Rangga tertawa. “Wong edan!”
9.526.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 945 kali sebagai mata tenseigan
Tampilkan Ulasan (17)
Baca
+Pustaka
Kebo Rawis
GoodNovel beruntung sekali ada penulis sekelas Mas Wiwien yang mau ikut menyumbangkan karyanya. Salah satu harta karun di platform ini. Cerita yang sangat layak baca bagi siapapun yang paham bedanya karya yang benar-benar bagus dan berkualitas, bukan sekadar "bagus" karena statistik.
KSATRIA PENGEMBARA
Numpang Promo y thor ! Pernah terbayangkan ngak ? kalau ada seorang pendekar dari JAWA DWIPA yg suka mengembara ke berbagai negeri & bertarung dg semua pendekar-pendekar hebat dari seluruh dunia. Pastinya pengembaraan ini sangat menarik utk diikuti Ksatria Pengembara akan UPDATE TIAP HARI
Baca Semua Ulasan
MATE

MATE

Lebih buruk dari yang pernah aku alami sebelumnya. Alena kehilangan Matenya. Itu merupakan fakta yang begitu mengejutkan. Hal itu terjadi tepat di saat gadis itu pertama kali menemukan pasangan abadinya. Itu adalah kisah yang sangat tragis. Alena menemukan Matenya dalam keadaan tidak bernyawa, ditengah-tengah hutan yang lebat. Alena mengatakan jika kemungkinan Matenya mati karena serangan para rogue. Hal itu bisa dipastikan dari bekas luka cabikan dan cakaran di sekujur tubuh Mate Alena. Disamping itu kepala Matenya mengalami benturan yang cukup keras hingga mengakibatkan pendarahan yang hebat.
109.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 346 kali sebagai mata tenseigan
Baca
+Pustaka
Sang Penguasa

Sang Penguasa

'Megalith?' Mata Fugaku Meteor menjadi lebih dalam, dan bahkan ada seberkas cahaya melintas di matanya. Setelah merenung lama, dia menatap Aprilia dengan ekspresi serius. "Apakah kamu mau pulang?"
8.8145.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.4K kali sebagai mata tenseigan
Baca
+Pustaka
Legenda Lima Pendekar dan Seekor Naga

Legenda Lima Pendekar dan Seekor Naga

Mereka bertemu Dewa Perang akhir zaman Kenji kira Armagedon "Aku akan menteleport kalian ke tempat Anne dan Amaterasu" Muncul Matabi dan Pheneks di hadapan Kenji kira mereka ingin memaksa Armagedon untuk membatalkan teleportasi secara paksa. "Kalian berdua menyikirlah kalian tidak cukup kuat untuk melawannya" kata Baelzebub. "Tuan Baelzebub!" Kata Pheneks. "Matabi pergi bersama pheneks untuk menangkap kedua penyusup.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai mata tenseigan
Baca
+Pustaka
Mata Batin

Mata Batin

Mirna mengeluarkan makian dan hinaan untuk pemuda yangs selalu berhasil menghindari serangan itu. Mirna memerintahkan anak buahnya segera keluar dan menyerang Bara. Anak buah Mirna keluar dari sangkarnya mereka adalah serigala bermata merah dengan taring gigi menyeramkan. Bara menatap kelima Srigala dengan tajam. "Serang dia dan makan tubuhnya hingga tak ada sisa," perintah Mirna menyeringai. ****
1019.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 708 kali sebagai mata tenseigan
Baca
+Pustaka
Tilasmat

Tilasmat

Maklum lidah orang gunung) "Oooh, si Seokjin bukan?" timpal yang lain. "Heueuh, tah eta," kata Imas. (Iya, betul itu,) "Atuh sieun Tika, Imas ari Jin mah," imbuh salah satu Ibu-ibu. (Takut atuh Tika, Imas kalau Jin mah)
105.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 206 kali sebagai mata tenseigan
Baca
+Pustaka
Air Mata Aruna

Air Mata Aruna

tangis Latifah dengan suara serak memukul-mukul dadanya. “Istigfar Maa.., Istigfar..., Jangan marah sama Allah. Ridwan itu milik Allah, maka dia dan kita semua akan kembali pada Allah. Dengan cara apa pun, karena Allah yang berkehendak Maa.., sekarang Mama harus Ikhlas agar jalannya Ridwan bagus. Kasihan papa kalau Mama seperti ini,” ucap Aruna kembali dengan menggenggam erat tangan mertuanya.
910.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 375 kali sebagai mata tenseigan
Baca
+Pustaka
Air Mata Suami dan Mertuaku

Air Mata Suami dan Mertuaku

Api cemburu makin berkobar-kobar dalam dadanya. "Aku terserah gimana Mama saja, Ma," ucapnya kemudian. "Aku sudah capek menghadapinya," ucap Ammar, membuat tangis Alena semakin kencang. "Tante, aku mohon belas kasihan dari Tante. Kania, tolong bantu Mbak, Kania, huhuhu ...." Alena merubuhkan bobot tubuhnya di lantai.
5.712.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 391 kali sebagai mata tenseigan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status