Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mate

Mate

Intan Pitalokamatchederesaneel
sungut Baya. “Padahal kita seumuran, ya. Tapi, keliatannya tua-an kamu jauh dari aku, yang.” ledekku. Baya mencebik. “Huh, biarin.” “Oh ya, yang. Tadi ada Mama ke rumah. Terus dia bilang sesuatu.” “Bilang apa?” “Katanya jodoh aku tuh ada dua. Polisi sama Tentara. Ada-ada aja deh Mama. Tentara? Sejak kapan aku dekat sama Tentara. Nggak pernah. Hahaha… jadi nggak mungkin.”
103.9K viewsOngoingAdded to Library 110 Times as mata edo tensei
Read
+Library
School Diary

School Diary

kata Edo. Bibi menoleh dengan sorot tajamnya. Edo yang tadi sudah hampir berdiri pun dengan terpaksa duduk. Ia merasa akan segera dimakan jika pergi setelah melihat ekspresi bibinya itu. Ia kembali mengamati setiap goresan yang dibuat oleh bibinya. Matanya yang semula segar, perlahan mulai melemah. Ia merasa pengganjal matanya terlepas hingga ingin sekali tertutup. "Kamu ngerti kan, Do?" tanya bibinya.
9.713.4K viewsCompletedAdded to Library 387 Times as mata edo tensei
Show Reviews (76)
Read
+Library
Fit
Halo semuanyaaaa~ Saya selaku author yang sudah menjanjikan season 2, ingin memberitahukan sesuatu. Saat ini School Diary season 2 sudah terbit di web ya, tapi belum ada di aplikasi. Kana kembali hadir dengan cerita berjudul "Diary : Cinta Segitiga" Silakan mampir ......
Kaz the Winter
di sini hanya ada satu kekurangan, tapi maaf ya, ini cuma sepengetahuanku & sedikit saran aja, gak boleh ada nama yg sama di satu paragraf yg sama, bisa diganti pake kata ganti "ia" atau deskripsi, seperti baju yg tokoh pakai, rambut, mata, atau sejenisnya.
Read All Reviews
Tawanan Pewaris Psikopat

Tawanan Pewaris Psikopat

Mata hitam pekat tanpa kehangatan itu menatapnya penuh peringatan. Pertama kalinya, Meta merasakan kelegaan yang luar biasa saat melihat mata menakutkan itu. Gadis itu mengmabil jarak beberapa meter, memberi ruang untuk Edward menghadapi mereka. Hanya butuh lima menit, pria itu sudah kembali masih dengan raut tenangnya. “Mau mencoba kabur, heum?”
1013.0K viewsCompletedAdded to Library 454 Times as mata edo tensei
Read
+Library
AIR MATA RINDU

AIR MATA RINDU

sentaknya dengan mata yang memerah. Tuhan ... sungguh aku tak bisa berkata apa-apa. Mental ini terlalu lemah menghadapi kemarahan Mas Janu yang baru keluar pertama kali. Demi apapun, sejak dulu aku tidak pernah melihat suamiku marah seperti ini. "M-Mas ... a-aku bisa jelas—" "Apa? Tega kamu sekongkol sama Ibu? Tega kamu singkirkan Mas dari hidupmu, Rindu?!"
1013.8K viewsCompletedAdded to Library 440 Times as mata edo tensei
Read
+Library
MATI RASA

MATI RASA

] tanya Nadira dengan nada bicaranya yang selalu manja pada Farhan. [Ya iyalah, kamu masih nanya? Kenapa sampe enggak bisa ngasih kabar? Kemana aja? Sibuk ngapain hah?] Ucap Farhan marah dan terlihat raut wajahnya begitu jengkel.
107.2K viewsOngoingAdded to Library 237 Times as mata edo tensei
Read
+Library
Air Mata Maduku

Air Mata Maduku

sungutku. "Oke ... oke ...! Jangan marah dong, Sayang. Kamu makin gemesin deh sekarang." Mas Dewa mencoba menggodaku seraya mengedipkan sebelah matanya. Namun, tak ada desiran sedikitpun yang kurasakan. Biasa aja, tuh!
9.6290.7K viewsCompletedAdded to Library 9.3K Times as mata edo tensei
Read
+Library
AMORAGA

AMORAGA

"Tentu. Tapi nanti, setelah gue gak butuh mata ini lagi." Amora memutar bola matanya. "Lama itu mah. Nunggu lo mati dulu." Sadar akan perkataannya barusan, Amora teringat sesuatu. Ia ingat Jeha mengatakan bahwa Raga sakit. Ia harus menanyakannya sekarang. "Ga, gue mau nanya lagi." "Nanya apa? Kapan gue mati?" kata Raga dengan nada jenaka. "Lo sakit apa?"
109.1K viewsOngoingAdded to Library 328 Times as mata edo tensei
Read
+Library
Linked Evolution

Linked Evolution

Sahut Eden Ketika Eiji mendengar ucapan Eden, dia merasa ada sesuatu yang janggal. Seolah ada perasaan tidak enak di antara desa dan kota yang di sebut oleh Eden. “Kakek, apa maksudmu dengan penduduk kota?” tanya Eiji “Ya. Penduduk kota Heian, kota dari sang dewa mata angin Selatan, Suzaku.”
1012.0K viewsOngoingAdded to Library 264 Times as mata edo tensei
Read
+Library
Menuju Matahari

Menuju Matahari

“Kau siapa?” “Aku Tanpa Aran.” Alis Nara berkerut. “Kaubilang kau punya pesan penting buatku? Buat kami semua?” “Ya. Akan ada bencana besar. Dan Mataram akan punah. Daripada menunggu nanti-nanti, kalian semua mending mati sekarang!” Nara saling bertatapan dengan Rangga dan Ki Sumendi. Rangga tertawa. “Wong edan!”
9.526.4K viewsCompletedAdded to Library 818 Times as mata edo tensei
Show Reviews (17)
Read
+Library
Kebo Rawis
GoodNovel beruntung sekali ada penulis sekelas Mas Wiwien yang mau ikut menyumbangkan karyanya. Salah satu harta karun di platform ini. Cerita yang sangat layak baca bagi siapapun yang paham bedanya karya yang benar-benar bagus dan berkualitas, bukan sekadar "bagus" karena statistik.
KSATRIA PENGEMBARA
Numpang Promo y thor ! Pernah terbayangkan ngak ? kalau ada seorang pendekar dari JAWA DWIPA yg suka mengembara ke berbagai negeri & bertarung dg semua pendekar-pendekar hebat dari seluruh dunia. Pastinya pengembaraan ini sangat menarik utk diikuti Ksatria Pengembara akan UPDATE TIAP HARI
Read All Reviews
Kehidupan Edo yang Menakjubkan

Kehidupan Edo yang Menakjubkan

tanya Kendru tanpa menyerah. Aku berkata dengan tegas, "Nggak ada yang lain." Kendru dan Dama saling menatap dengan ekspresi aneh. Saat aku pergi ke kamar mandi, Kendru menatap Dama dan berkata, "Menurutmu, apa yang sedang direncanakan Edo? Aku pikir dia datang untuk membicarakan Tiano. Tapi, setelah bertanya berulang kali, dia menolak untuk bilang."
9.41.2M viewsCompletedAdded to Library 45.0K Times as mata edo tensei
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status