Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Air Mata Kerinduan

Air Mata Kerinduan

Memikirkan Jeff harus menggunakan mulut…. Aku masih merasa sangat canggung. “Nggak apa-apa, kak. Aku akan pelan-pelan, kamu juga nggak perlu merasa malu. Pejamkan matamu, anggap saja seperti sedang menyusui anakmu.” Ujar Jeff dengan begitu mudah, tapi aku tak sanggup melewati batas mental di hatiku. Terutama saat melihat wajahnya yang tersenyum ramah, aku merasa semakin aneh.
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai mata tenseigan
Baca
+Pustaka
AIR MATA RINDU

AIR MATA RINDU

Segera kuhapus jejak air mata saat tahu yang datang adalah Mas Janu. "Semua orang sudah pulang, Mas?" Aku berusaha bertanya dengan nada normal, meski tetap saja terdengar serak. "Sudah." Mas Janu berjalan mendekat, lalu duduk di sampingku. "Saudara Ibu sudah pulang semua. Katanya nggak bisa lama-lama." Aku mengangguk, tak mempermasalahkan. "Tapi ...." Kutatap Mas Janu yang tampak ragu untuk berucap. Membuatku bingung saja.
1013.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 462 kali sebagai mata tenseigan
Baca
+Pustaka
Menipu Sang CEO Buta

Menipu Sang CEO Buta

Dia ingin cepat memastikan apakah ini rumah musuh atau teman. Pria tua itu mencoba tersenyum meski terlihat masam. Dia tak suka melihat Matteo yang terlalu berterus terang. "Aku Kazuo Taoka," katanya. "Kuma, pemimpin dari Yamaguchi Gumi," sahut Matteo. Melengkapi perkenalannya yang hanya singkat itu. Ivy yang sekarang sudah mengenali beberapa kata bahasa Jepang, sedikit heran. Kuma berarti beruang.
108.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 266 kali sebagai mata tenseigan
Baca
+Pustaka
Perjalanan Menjadi Yang Terkuat

Perjalanan Menjadi Yang Terkuat

Pedangnya, yang dia sebut Amaterasu no Ken berkilau dengan cahaya yang terlihat putih, bilahnya berwarna seperti matahari terbit, menjanjikan awal yang baru dan harapan bagi klan Yamaguchi. Madara, di sisi lain, memiliki penampilan yang lebih menakutkan. Baju besinya yang hitam legam dengan aksen merah darah menunjukkan niatnya yang tak tergoyahkan untuk menang. Katana pusakanya, Susanoo no Tachi, tampak seperti badai yang siap menerjang, dengan bilah yang gelap dan hiasan yang mengingatkan pada kekuatan badai yang dahsyat.
102.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai mata tenseigan
Baca
+Pustaka
AMORAGA

AMORAGA

"Pukulan Saga emang luar biasa. Sakitnya sampai berbulan-bulan." Raga tertawa. Memang benar. Anak itu memberikan lebam yang sangat awet. Bahkan belum sembuh sampai 8 bulan lamanya. Ya, bukan karena sulit sembuh. Tapi beberapa kali Jeha mengincar lebam tangannya, membuat lebam itu muncul lagi ... dan lagi. "Gue jadi kangen Saga. Kalo gue perhatiin, dia mirip Amora, ya?" Cowok itu mengulum senyumnya. "Gak kenal takut, nekat, dan pemarah," kata Raga dengan suara pelan. "Tapi kalo mereka ketemu, kayaknya bakal jadi perang dunia."
109.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 279 kali sebagai mata tenseigan
Baca
+Pustaka
AIR MATA PERNIKAHAN

AIR MATA PERNIKAHAN

kata mama dengan semangat. Aku kaget mendengar suara keras mama mertuaku. Aku melihat ke belakang dan tersenyu kepada mama. “Ma, bahaya ah! Jangan gitu. Pasang sabuk pengamannya, Ma,” seru Mas Bara dengan kesal kepada mama. “Iya, iya Bara bawel banget sih,” jawab mama lalu Mirna membantu mama untuk memasang sabuk pengaman. “Itu suara mama, Bu,” ucapku lalu tertawa.
107.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 210 kali sebagai mata tenseigan
Baca
+Pustaka
Toga Pengorbanan Mama

Toga Pengorbanan Mama

"ucap adik ku adinda Sebuah kalimat ternohok yang membuat hati ku teriris tipis -tipis . Kebaya seragam merah dengan batik lurik sebagai pasangannya adalah baju kebanggaan ku serta janji kami . Mama berusaha menyicil -nyicil bahan itu semua hingga akhirnya di jahitkan kepada Mba sumi penjahit kampung langganan kami . Diri ini hanya bisa tersenyum kecut akan semua itu.Termasuk seragam yang akan di pakai dinda seharusnya mama yang pakai. Sangat indah , mama sendiri yang memilih warna nya dan pernak perniknya , agar serasi dengan ku di saat yang seperti ini. Tanpa teras netra ku mulai basah , aku terdiam ada rasa sesak di ruangan yang sangat besar dan menjadi kebanggan bagi mah
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai mata tenseigan
Baca
+Pustaka
Pura-Pura Mati

Pura-Pura Mati

sentak Mas Andra memperhatikan sekeliling tempat itu. "Gak akan ada yang denger kok, Yang." Seroja mengalungkan tangannya di leher Mas Andra. Bibir wanita itu mulai menempel di bibir Mas Andra, peraduan ludah pun terjadi. Dengan penuh nafsu mereka menikmati permainan itu.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai mata tenseigan
Baca
+Pustaka
Dokter Sakti Penguasa Dunia

Dokter Sakti Penguasa Dunia

Mendengar sampai di sini, Ewan agak terkejut dan bertanya, "Musashi itu orang Kuil Amaterasu?" "Kamu nggak tahu?" Akiyama menatap Ewan seperti melihat orang bodoh. Ewan menjawab, "Aku bukan orang Negara Jaban. Mana mungkin aku tahu?" Akiyama melanjutkan, "Pada akhirnya, Ega memaksa Kuil Amaterasu menandatangani sebuah perjanjian, yaitu selama 50 tahun tidak boleh menginvasi Negara Madonia."
9.51.1M DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23.9K kali sebagai mata tenseigan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status