Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Gairah Berkuasa : Mempelai Wanita Tuan Tremont yang Berharga

Gairah Berkuasa : Mempelai Wanita Tuan Tremont yang Berharga

“Kenapa kau selalu melihat ke bawah? Aku mengingatmu sebagai gadis yang lebih percaya diri. Kecuali… Jangan bilang kalau melihatku membuatmu malu! Hee hee. Mengapa perlu merasa malu di antara kita?" Melanie menguatkan dirinya untuk mengangkat kepalanya, meskipun dia belum mengumpulkan cukup keberanian untuk menatap matanya. “A-Aku tidak malu-malu!… Eh, ngomong-ngomong, berapa lama kau berencana untuk berada di sini?”
9.71.8M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64.7K kali sebagai mau melihat
Tampilkan Ulasan (279)
Baca
+Pustaka
Sun Shine
"Percuma tampan tapi penyakitan! Dia juga bodoh dan miskin!" Begitulah orang-orang mencemoohnya. Dia adalah seorang pemuda bernama Green Williams. Bagaimana jika kamu memiliki suami seperti Green? Penyakitan, lamban dan selalu bergantung padamu. Mari ikuti kisahnya dalam judul :[Suami Tak Sempurna]
Nurma Asriii
aku sudah menyelesaikan cerita ini sampai akhir.. ini secara tidak sengaja mengubah karakter ku seakan aku merasakan berasa dalam situasi novel ini.. setiap eps selalu menarik dan mudah dipahami.. aku ingin membaca ulang ini di lain waktu..
Baca Semua Ulasan
BAYANGAN PENASEHAT AGUNG

BAYANGAN PENASEHAT AGUNG

Ia menggenggam pelat R-17 lebih erat. “…lebih baik aku yang melihat langsung apa yang menunggu di Merova.”
102.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai mau melihat
Baca
+Pustaka
PILIH KASIH (Membungkam Mertua dan Ipar secara Elegan)

PILIH KASIH (Membungkam Mertua dan Ipar secara Elegan)

PILIH KASIH (Membungkam Mertua dan Ipar secara Elegant) 171. Mau Apa? (Bagian A) Aku bisa melihat Mas Aji yang langsung menutup mulutnya dengan rapat, dan menatap Bapak serta Ibu dengan pandangan yang takut-takut. Aku sangat yakin, kalau dia saat ini sedang kebingungan bisa dilihat dari raut wajahnya terlihat terkejut.
9.6236.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.3K kali sebagai mau melihat
Baca
+Pustaka
Talak Aku, Mas!

Talak Aku, Mas!

Melly menghampiri ibunya, ia bertingkah seolah-olah tidak tahu apa-apa. "Ibu kamu kenapa?" tanya Melly kepada Mauren. Langkah Maureen terhenti yang tadinya berjalan tertunduk kini mendongak hingga terlihat jelas mata sembabnya . Serta hidung merah karena terus menangis. "Ibu menangis, apa yang terjadi?" tanya lagi Melly sekali lagi ia pura-pura tak tahu. "Tidak apa-apa," Ucap lirih Maureen lalu di detik berikutnya Maureen memeluknya dengan sangat erat.''
6.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 144 kali sebagai mau melihat
Baca
+Pustaka
Takdir Cinta Sang Ahli Waris

Takdir Cinta Sang Ahli Waris

Matanya menuju ke arah ia melihat gadis itu. "Mel!" desisnya. Ketiga orang yang menontonnya sedikit heran karena Ben berhenti bermain dan seperti melihat sesuatu di sampingnya. Seperti sedang menatap seseorang. Melanie menaruh tangannya di kepala Ruben, membelainya lembut. Membelai wajahnya, dan menghapus air mata yang membasahi pipi pemuda itu. Melanie menggeleng pelan, masih tersenyum. Wajahnya cantik sekali, bercahaya.
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai mau melihat
Baca
+Pustaka
Terjebak Gairah Liar Tante Sarah

Terjebak Gairah Liar Tante Sarah

“Gak apa-apa. Kamu hati-hati ya.” Luki sempat terdiam sejenak, memandangi wajah Maurel. Ada nada tulus dalam ucapannya, tapi juga sedikit rasa penasaran yang gak bisa disembunyikan. Ia hanya tersenyum kecil. “Iya, makasih.” ====================== JANGAN LUPA!! FOLLOW, LIKE, AND COMMENT!! ======================
1077.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai mau melihat
Baca
+Pustaka
Istri Penguasa Untuk 90 Hari

Istri Penguasa Untuk 90 Hari

Dia hanya diam, tidak bisa berbuat apa pun. "Hmm, sangat menarik. Pertengkaran kecil, lama-lama ... akan menjadi sangat hebat. Aku sangat menantikan hal itu," ucap Melia mengejutkan Ema. "Diamlah, Melia," balas Ema meninggalkan Melia yang masih tersenyum sinis. ** Sementara, kedua sepasang mata mencari-cari sosok melalui jendela yang masih terbuka hanya untuk menatap wanita pujaannya.
1016.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 401 kali sebagai mau melihat
Baca
+Pustaka
The Beauty & The Monster

The Beauty & The Monster

ujar Nara. Moa memberinya isyarat supaya Nara tak membuat suara yang nyaring. Mahluk itu terlihat sudah duduk di sebelahnya entah sejak kapan. "A-apa yang kau inginkan?" tanya Nara pelan. "Melihatmu." Kedua alis Nara saling bertaut. "A "A-apa?" "Aku ke sini untuk melihatmu."
108.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 224 kali sebagai mau melihat
Baca
+Pustaka
Berubahnya Istri Penyakitan Yang Dikhianati

Berubahnya Istri Penyakitan Yang Dikhianati

“Ya Tuhan, sepertinya aku harus berlatih akting super keras malam ini. Apa sebaiknya aku panggil guru akting saja, ya?” Belum sempat Mina mengatupkan bibirnya, tiba-tiba pintu terbuka dan tampak Melan sedang berdiri di depan pintu melihat dengan tatapan tak suka ke arahnya. Mina terkejut setengah mati. Matanya terbelalak menatap Melan kali ini. Sementara batin Mina sibuk berceloteh memaki diri. “Sial!!! Semoga saja dia tidak mendengar apa yang kukatakan barusan.”
1018.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 479 kali sebagai mau melihat
Tampilkan Ulasan (8)
Baca
+Pustaka
Aira Tsuraya
Yuhu!!! jumpa lagi di novel terbaruku. Banyak yang konflik baru kali ini. Bikin tegang, fresh dan tetep sweet habis. Cuss kepoin, ya. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di kolom komentar. Makaci ...............
Maranta Karoshi
rekomen bgt cerita dr author ini :D selain kisahnya yg menarik, alur ceritany jg ringan shingga slalu bikin penasaran n’ gak boring.. yg lbh penting lg slalu bikin melted sm interaksi tokoh utama dlm stiap ceritanya ;) sejauh ini aku udah baca 2 cerita sblm cerita yg skrg lg aku baca n’ dua2nya suka
Baca Semua Ulasan
Dream first class

Dream first class

Ia sering sekali memasang ekspresi itu lalu gerakannya menjadi osah (gundah/ tidak berhati-hati). “Kenapa Mel?” Ia berdiri tegap, masih dengan handphone di telinganya. Menatap kejauhan dengan tajam kemudian melotot. Beralih menatapku yang sedang menatapnya was-was. “La! Ayo ke rumah sakit sekarang!”
102.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai mau melihat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status