Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Another day

Another day

"Tentu saja, bahkan minggu kemarin ayah habis dari sana." "Ahhh syukurlah." "Ada apa nak?" "Tidak apa-apa kok. oh iya ngomong-ngomong kapan ayah akan pergi ke panti itu lagi?" "Mungkin pekan depan?" "Aku ikut." "Tiba-tiba?" "Ya ayah, ada sesuatu yang harus ku lakukan, nanti aku kasih tau lebih jelasnya saat ayah pulang." "Baiklah kalau begitu, boleh ayah tutup telponnya? ayah sibuk nak."
102.8K viewsOngoingAdded to Library 98 Times as maybe later
Read
+Library
Hold off

Hold off

"Boleh aku tag ke i*******m kamu?" "Boleh banget. Janji nanti aku repost." Asahi tersenyum sambil menerima ponselnya. Dia melihat kebelakang Mika saat Yama datang membuat Mika juga ikut menoleh. "Sudah semua?" Tanya Mika. Yama mengangguk. "Ayo. Kita pamit ke Pak Anas lalu pulang." Ajak Yama segera menghampiri Pak Anas untuk pamit. Setelahnya mereka menuju mobil untuk pulang. ***
4.1K viewsOngoingAdded to Library 115 Times as maybe later
Read
+Library
TimeLess

TimeLess

Nuansa baper dan Sad Story akan semakin muncul di episode berikutnya. Ikutin terus yaa...Jangan lupa subcribe dengan klik tanda (+) dan juga komen. Terima kasihh.. salam hangat Lovely Hana
9.95.1K viewsCompletedAdded to Library 116 Times as maybe later
Read
+Library
RELATION-SHIT

RELATION-SHIT

tanya Mike membuat Alexa tergagap. "Ga apa-apa, pengen pindah aja." "Suara lo bagus, Alexa. Kenapa lo ga masuk ekskul musik?" "K-karena, a-aku ga tertarik," ujar Alexa tergagap membuat Mike mengangkat sebelah alisnya. "Yakin lo ga tertarik??" tanya Mike setelah mendengar jawaban Alexa yang terdengar ragu-ragu.
2.2K viewsOngoingAdded to Library 53 Times as maybe later
Read
+Library
A Few Years Later

A Few Years Later

“Sel, maksudnya kamu mau ngirim makanan kesukaan aku ke Jakarta? Dan itu berarti kamu...” Butuh waktu bermenit-menit bagi Dipta untuk mengetik pesan balasan. Jemarinya tak merasakan apa-apa saat menyentuh permukaan layar ponsel yang dingin. Dipta rasa hatinya juga sedingin layar ponselnya. Ia bahkan menggantung kalimat balasannya dengan mata yang berkunang-kunang. Dipta jatuh bersandar pada kaki sofa yang agak keras. Netranya mulai kabur, entah karena terlalu lelah hari ini atau karena kenyataan pahit dalam pesan balasan Sella tadi. Pikiran Dipta kosong dalam putaran waktu yang tak sempat ia hitung. Tahu-tahu pesan baru dari Sella masuk dengan fakta yang membuat Dipta menggigit bibir. “Hmm,
4.9K viewsCompletedAdded to Library 145 Times as maybe later
Read
+Library
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status