Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bukan Pilihan

Bukan Pilihan

"Kenapa harus malu? Kalau tidak ada kejadian seperti itu kalian tidak akan dekat loh." "Masa sih? Bukannya kalau sudah jodoh pasti ketemu juga?" tanya Diana. "Bisa ya, bisa tidak, Anak Manis. Kita tidak bisa menebak ke mana arah kehidupan. Bahkan penglihatan Mama pun dapat meleset."
1012.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 480 kali sebagai maybe not
Baca
+Pustaka
Fake

Fake

Ali mendekati Dido dan Adit. “Dicoba aja dulu,” lanjutnya, tak menyerah membujuk kedua temannya itu. “Sorry bang, gue lagi miskin nih kagak punya duit,” tolak Dido halus, yang disusul dengan anggukan Adit membuat Ali menghela nafas. “Oke, gue nggak bakal maksa. Tapi kalo lo mau hubungi gue.” Dido dan Adit mengangguk.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai maybe not
Baca
+Pustaka
Why

Why

tanya Jaden setelah tersadar dari lamunannya. "Saya tidak apa-apa, dan juga tidak membutuhkan apa-apa. Hanya saja, saya ingin Dokter menjawab, apakah jawaban saya benar tadi. Kalau saat ini adalah bulan Oktober?" jawab Aina menenangkan kepanikan Jaden. "Jawaban Nona salah, karena saat ini adalah bulan Januari. Sepertinya Nona mengalami amnesia, atau lupa ingatan beberapa bulan kebelakang," jelas Jaden, berharap Aina tidak lebih terpukul lagi.
1014.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 470 kali sebagai maybe not
Baca
+Pustaka
U

U

Bagaikan tidak memiliki hati dan pola pikir. Karena hal itu membuat Yuda memberikan mode silent pada ponselnya. Itu pun kalau Yura atau Ari tidak meneleponnya, mungkin Yuda tidak akan tahu. Yuda pun sampai berpikir untuk membeli nomor ponsel yang baru.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai maybe not
Baca
+Pustaka
Choice

Choice

“Nggak. Aku nggak kirim apa-apa. Seharian aku meeting sama Shafira bahas orderan WO minggu depan.” “Katanya ada tulisan My Lovely Maya.” Tepat saat itu Maya masuk ke dapur. Reihan mengkonfirmasi yang didengarnya dari Ray. Maya nampak terkejut saat tahu suaminya tidak pernah mengirimkan coklat untuknya. “Terus dari siapa?” Maya menutup bibir dengan kedua tangannya. “Coklatnya juga udah aku makan.” “Sayang, lain kali jangan sembarangan terima barang kalau yang ngirim nggak jelas. Diantar sama siapa?”
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai maybe not
Baca
+Pustaka
Tanpa Status

Tanpa Status

Apanya yang tidak baik? Nico hanya diam. Di pikirannya, club malam tak lain adalah tempat untuk mabuk-mabukkan sambil berjogeg dan menurutnya itu adalah hal yang negatif. Sebagai pria yang dididik sedemikian rupa, tentu nalurinya menolak ajakan Rendy. "Ayolah!" bujuk Rendi, "Kau sepertinya belum pernah main ke club. Bagaimana kalau kau mencobanya sekali?"
103.1K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai maybe not
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status