Mantanku Kembali
"Dalam mimpi itu dia kembali. Ia membelai rambutku dan bilang, ‘Maaf sudah lama menghilang.’ Tapi ketika aku menoleh, dia berjalan pergi... dan aku tak bisa mengejarnya karena lututku sakit."
Ibu menghela napas. "Itu bukan mimpi. Itu ketakutanmu."
Aku mengangguk. "Dan rasa rindu yang tidak bisa aku sampaikan."
Menjelang siang, Maya datang lagi. Ia membawa cemilan, dan seperti biasanya, wajah cerahnya menyembunyikan kekhawatiran.
"Liv," ucapnya pelan sambil duduk di sisi tempat tidur. "Aku menemukan sesuatu."
Bab Populer