PELAN PELAN SAYANG
ujar yang lain, menyipitkan mata.
“Bisa jadi naik motor. Lihat tuh helmnya—keene banget,” kata seseorang sambil menunjuk sudut layar.
“Coba cek yang lain. Masa garasi doang?” desaknya, tak sabar.
“Sekarang ini cuma bisa sampai garasi doang, gue nggak tahu gimana nih orang bikin sistemnya, susah juga di hack. Kayaknya ada dua server gitu,” jawab pria di depan komputer, suaranya dingin. “Tapi ini cukup. Kita jadi tahu jalur masuk, jam dia berangkat kerja, dan kebiasaan rumah ini. Teras depan, belakang, samping—semua sudah kita pegang.”
Hot Chapters