Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kawin Kilat: Suami Misteriusku teryata Milyarder

Kawin Kilat: Suami Misteriusku teryata Milyarder

Saat Grace hendak menghentikannya, ada seorang pelayan masuk sambil membawa sebuah kotak kayu. Kotaknya diukir dengan pola yang rumit. Permukaannya halus dan dipoles rapi. Sekilas dilihat, harganya pasti tidak murah. Pelayan pun meletakkan kotak itu di atas meja dan perlahan membukanya. Semua orang yang hadir, termasuk Grace, semuanya menahan napasnya. Ketika kotak dibuka, terdapat sebuah kiln keramik yang indah dan mewah. Sepertinya dibuat sekitar abad belasan.
9.8266.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.7K kali sebagai meja marmer kotak
Tampilkan Ulasan (53)
Baca
+Pustaka
Pior Pior
ceritanya menarik. cuman.. banyak sekali cerita dengan alur yang sangat mirip bisa di katakan hampir serupa. aku sebagai seorang consumen novel, berharap untuk semua penulis bisa lebih berkembang dan mempunyai ciri masing-masing. lebih banyak cerita dengan alur yang bagus dan tidak berbelit".
ari nugraheni
awal sampe pertengahan ini cerita paling bagus... dr cerita lain yg ada di novel ini. karena begitu samuel mencinai dan melindungi. tp smkin bnyk episode identitas yg tdk terungkap2 dan semakin bertele tele jadi agak males mengikuti
Baca Semua Ulasan
Hasrat sang Konsultan Idaman

Hasrat sang Konsultan Idaman

Bimo pun tersungkur, namun tiba-tiba matanya menatap sumber cahaya merah terang itu, sebuah kotak kayu yang selama ini terlupakan dan teronggok di meja kosnya. ‘Kotak jati ukir itu, mungkinkah?!’ kejut hati Bimo.
9.157.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai meja marmer kotak
Baca
+Pustaka
🇮🇩 A LOVE NAMED SUMMER

🇮🇩 A LOVE NAMED SUMMER

Ia seolah sedang menimbang apakah wanita di depannya cukup layak untuk memegang tanggung jawab kecil ini. “Pastikan,” katanya akhirnya. Satu kata. Pendek. Padat. Terdengar lebih seperti vonis daripada sebuah permintaan. Ia meletakkan paket hitam itu perlahan di atas meja marmer. Gerakannya sangat terkontrol, memastikan kotak itu berada tepat di tengah-tengah bidang meja, sejajar sempurna dengan garis buku tamu. Kotak itu tipis, tanpa label, tanpa identitas. Permukaannya matte, seolah dirancang khusus agar tidak meninggalkan satu pun sidik jari.
10888 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai meja marmer kotak
Baca
+Pustaka
Dunia ini tidak Seburuk atau pun Seindah yang Kau Kira

Dunia ini tidak Seburuk atau pun Seindah yang Kau Kira

Kata Alfi tersenyum riang. Megumi dan Kartika pun tersenyum membalas senyuman Alfi. “Syukurlah.” Kata Megumi senang. “Tunggu, apa itu?” Potong Kartika menunjuk kotak kecil yang tergeletak tidak jauh dari mereka. Kartika pun mengambil benda itu. Benda itu berbentuk kotak kecil seukuran kotak korek api bewarna coklat dengan layar kecil ditengahnya.
915.9K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 637 kali sebagai meja marmer kotak
Baca
+Pustaka
Selir Yang Terlupakan

Selir Yang Terlupakan

jawabku pelan. Mei Mei mengangguk cepat lalu bergegas kembali ke ruang samping. Tak lama kemudian ia muncul kembali membawa kotak kayu itu—bentuknya persegi panjang sederhana, terlihat tua dan lapuk, benar-benar tak mencolok sama sekali. Ia meletakkannya di meja di samping mangkuk air dengan sangat hati-hati.
101.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai meja marmer kotak
Baca
+Pustaka
Si Cupu Shelley dan Si Tampan Edbert

Si Cupu Shelley dan Si Tampan Edbert

Marmer berwarna cokelat kehitaman saling menyatu dengan marmer lainnya, sehingga membentuk motif kotak. Iris berwarna cokelat terang milik Edbert kembali menemukan sebuah vas bunga yang ada di atas meja. Di dalam vas bunga tersebut terdapat 3 tangkai bunga mawar putih berjejer rapi. “Edbert, duduklah. Kau ingin meminum apa?” tawar Shelley. Netra Edbert tertuju pada Shelley yang sedang memberikan tatapan tanya padanya. “Tidak perlu, aku akan langsung pergi,” tolak Edbert.
9.23.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai meja marmer kotak
Baca
+Pustaka
Istana yang Retak

Istana yang Retak

Kotak itu memiliki ukiran huruf K di bagian atas. Kartika. Tanpa perlu dijelaskan, semua orang langsung memahami siapa pemiliknya. Dengan hati-hati, Bram mengangkat kotak tersebut dan meletakkannya di atas meja tua yang masih berada di ruangan itu. "Kita buka?" tanyanya. Julia mengangguk. Tangannya terasa dingin. Bukan karena takut. Melainkan karena firasat bahwa isi kotak itu akan mengubah segalanya.
482 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai meja marmer kotak
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status