Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Selir Chun! Kaisar Hanya Menginginkanmu!

Selir Chun! Kaisar Hanya Menginginkanmu!

Kotak brokat biru zamrud tergeletak di meja rias Chun Mei. Isinya masih di dalam. Tak sedikitpun menarik minatnya, meski itu hanya sekedar sentuhan. Dia, Chun Mei, mendengarkan laporan Liu Ning dengan teliti, tetapi sorot matanya mengarah kotak brokat di permukaan meja. Hingga Liu Ning selesai melapor, barulah Chun Mei bertanya, “Kapan kamu menemukan barang itu?”
1069.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai meja marmer kotak
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
Nissa Salsabila
makasih kak thor untuk bab 260 nya. ini yg saya tunggu dari lama. ruang kaisar bersantai dengan ratu chun. biar terasa bucin nya kaisar :) selalu selipkan d setiap bab keromantisan kaisar dan ratunya ya kak. :)
Emaknya Trejo
meskipun aku agak kemusuhan dengan dirimu thor tp i luv u pull lah,makasih ya udh bkn novel sebagus ini,,yah walaupun sebagian ada yg bilang bertele-tele tp bagiku ini salah satu novel terseru yg pernah aku baca!!sekali lg mksh ya author
Baca Semua Ulasan
Sistem Billionaire: Aku akan Menguasai Dunia Dengan Kekayaan

Sistem Billionaire: Aku akan Menguasai Dunia Dengan Kekayaan

Dua orang pelayan masuk membawa sebuah kotak kayu kuno berukir indah, warnanya sudah tua namun terawat sangat baik, dipasangi kunci emas besar. Kotak itu diletakkan di meja tengah, dan Tuan Zhao membukanya perlahan dengan penuh hormat. Begitu tutupnya terbuka, cahaya samar namun megah memancar keluar, membuat seluruh ruangan seolah berubah suasana. Di dalamnya terlihat tiga benda utama: Sebuah gulman lukisan kuno, sepasang jambangan porselen, dan sebuah liontin giok berwarna hijau tua yang mempesona.
10981 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai meja marmer kotak
Baca
+Pustaka
Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan

Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan

Hanya lampu sorot utama yang menyinari Arka dan Nia. Arka menoleh ke arah Anton yang berdiri di pinggir panggung. Sang asisten setia itu melangkah maju, membawa sebuah nampan berlapis beludru hitam. Di atasnya, terletak sebuah kotak perhiasan kayu berukir kuno. Melihat kotak itu, napas beberapa direktur tua Barata Group yang hadir tampak tertahan. Mereka sangat mengenali kotak tersebut.
15.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 364 kali sebagai meja marmer kotak
Baca
+Pustaka
Semanis Coklat Di Dalam Kotak

Semanis Coklat Di Dalam Kotak

“Kamu itu … semanis coklat di dalam kotak, aku enggak pernah tahu apa isi kotak itu … aku hanya menerima apa yang Tuhan takdirkan, aku pasrah … tapi saat aku buka kotak itu, ternyata kotak itu adalah apa yang aku suka.” Elzio mengangkat kedua alisnya, perumpamaan yang Alzea buat untuk menggambarkan pernikahan mereka ini sungguh unik. “Jadi kamu suka coklat?” Alzea mengangguk membenarkan. “Itu kenapa toples berisi coklat di meja sofa sana tinggal setengah.” Istrinya lantas menyengir membuat Elzio tertawa renyah hingga menyipitkan mata dan membuat wajah pria itu tampak ramah dan hangat menambah ketampanannya.
1020.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 718 kali sebagai meja marmer kotak
Baca
+Pustaka
Suami Lumpuh yang Disia-Siakan Ternyata Pewaris

Suami Lumpuh yang Disia-Siakan Ternyata Pewaris

"Pak Hermawan menitipkan ini pada saya. Silakan diterima Pak Bima." Salah satu bodyguard memutar tubuh ke belakang, memberikan sebuah kotak pada Bima yang duduk santai sambil menyandarkan punggungnya.. Bima menegakkan tubuh. "Apa ini?" Matanya membulat melihat kotak yang diberikan padanya. Ia menatap benda misterius itu. Memperhatikan tampilan luar yang terlihat sangat mewah. Kotak hitam dengan sentuhan warna silver dan keemasan di pinggirannya.
1032.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai meja marmer kotak
Baca
+Pustaka
PETAKA SEKOTAK KURMA

PETAKA SEKOTAK KURMA

Sendiri di teras depan sambil menikmati pemandangan sore, taman yang tertata rapi serta belalang kendaraan di komplek mereka yang sejuk. "Nak." Ibu Mas Jaka menyentak lamunanku. Ia nampak membawa sebuah kotak kecil dari kamarnya. "Ada apa Bu?" "Ibu suka sekali mengoleksi perhiasan dan gelang-gelang mutiara asli, Ibu pikir ibu akan berikan untuk menantu ibu dan menunggu waktu yang tepat." Wanita itu membuka kotak dan memperlihatkan koleksi perhiasannya yang berkilau, aku terpukau melihat itu.
1027.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 628 kali sebagai meja marmer kotak
Baca
+Pustaka
Nasi Kotak

Nasi Kotak

Aku mengambil lipatan kertas putih yang diselipkan dalam kotak tersebut. [Suci, anakku tersayang. Perhiasan ini adalah sebagian perhiasan milik Almarhumah bundamu. Sekarang Ayah serahkan padamu. Untuk perhiasan lainnya masih tersimpan di brankas ruang kerja Bunda.] Mengambil satu per satu perhiasan dan mengamatinya. Beliau memang suka sekali mengoleksi berlian untuk investasi. "Mak, coba pakai ini!" pintaku dengan memberikan kalung berlian yang sangat cantik pada Emak mertua "Suci pasangkan."
1016.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 423 kali sebagai meja marmer kotak
Baca
+Pustaka
PELAYAN TUAN ARTHUR

PELAYAN TUAN ARTHUR

Di sebelah kiri adalah tempat kompor dan semua kabinet berada—tentu saja semuanya terbuat dari marmer hitam dan putih. Kompornya tidak seperti yang pernah kulihat sebelumnya, bentuknya seperti layar sentuh dan menyatu dengan permukaan marmer, di mana di seberangnya kamu bisa melihat beberapa kursi tinggi untuk makan—atau untuk menonton proses memasak kalau kamu tertarik. Selain kompor di atas meja dapur, ada pisau-pisau yang tersimpan di wadah kayu bersama dengan beberapa talenan dan peralatan penting lainnya.
10262 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8 kali sebagai meja marmer kotak
Baca
+Pustaka
Don't Kill My Baby (Indonesia)

Don't Kill My Baby (Indonesia)

tanya Binar penasaran. "Bukalah, semoga kau suka," sahut Xavier seraya menghempaskan bokongnya di sofa panjang. Dengan rasa penasaran Binar tak sabar membuka dus itu hingga akhirnya nampaklah sebuah kotak kaca berukuran 70 cm x 45 cm x 30 cm yang di dalamnya terdapat maket Masjidil Haram. Melihat apa isinya, wanita itu menatap Xavier dengan dahi berkerut. Melihat hal itu Xavier memindahkan maket Masjidil Haram ke pinggir meja dekatnya, kemudian mengangkat dus yang tadi ia tinggalkan di lantai kemudian menaruhnya di sisi meja bekas dus pertama tadi. Kembali, Binar pun membukanya. Kali ini isi dari dus itu adalah sebuah maket Masjid Nabawi.
1023.0K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 620 kali sebagai meja marmer kotak
Baca
+Pustaka
Perjalanan Waktu Istri yang Dikhianati

Perjalanan Waktu Istri yang Dikhianati

Tapi, Pak Doni bisa bekerja sama. Keduanya masuk ke dalam rumah. 4 kursi dengan rangka jati berbentuk menggelembung dan padat, punggung dan dudukan dari rotan. Meja marmer bulat di tengah. Sementara di kiri mereka terdapat pintu 2 sisi yang terbuka.
103.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai meja marmer kotak
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status