Pembalasan Sang Dokter Jenius
Kayu.
Ia menariknya keluar. Benda itu terbungkus oleh akar-akar yang melilitnya erat, seolah mencoba melindunginya. Itu adalah sebuah kotak kayu kecil, mungkin seukuran telapak tangan. Kayunya berwarna hitam legam, basah, dan terasa dingin di tangan Joko. Kotak itu terkunci, bukan dengan gembok, melainkan disegel dengan lelehan lilin berwarna merah darah di setiap sisinya.