Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pembalasan Dendam Racun Sang Tabib

Pembalasan Dendam Racun Sang Tabib

15 booth besar sudah disiapkan di arena. Setiap booth berisi tempat tidur medis, dua meja kerja, dan peralatan lengkap untuk dua tabib. Bima dan Lin Mei berjalan menuju booth nomor 7. Mereka tidak bicara sepatah kata pun. Meski sesekali Lin Mei pasti akan mencuri-curi pandang kepada kepadanya. Begitu masuk booth, mereka melihat pasien yang sudah berbaring di tempat tidur.
104.1K viewsOngoingAdded to Library 143 Times as meja pasien
Read
+Library
Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel

Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel

Peter berhenti, menatap ke dalam melalui jendela kaca itu. Ruangan sangat luas dan mewah. Tempat tidur pasien di tengah dengan peralatan medis canggih di sekelilingnya. Monitor menampilkan grafik detak jantung yang sangat lemah, saturasi oksigen yang rendah, tekanan darah yang tidak stabil.
1046.9K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as meja pasien
Read
+Library
Kontrak Cinta

Kontrak Cinta

Bahkan bagian terburuknya, akan meminta Mahesa untuk tidak melanjutkan koasnya. Berulang kali Mahesa menelan ludahnya. Matanya tidak berhenti melihat ke sekeliling ruangan yang bercat putih dengan aksesoris gambar binatang, bintang, dan pelangi yang menempel di dinding. Bahkan sofa warna oranye yang mencolok itu menambah kesan bahwa penghuni ruangan ini sepertinya sangat ingin membuat pasiennya nyaman. Ya, tentu saja, pasiennya anak-anak.
9.751.8K viewsCompletedAdded to Library 1.8K Times as meja pasien
Read
+Library
Hati Yang Terpilih

Hati Yang Terpilih

Didepannya ada sebuah meja kerja berwarna coklat muda dilengkapi dengan sebuah monitor, keyboard beserta mouse dan CPU. “Silahkan, Ibu, Bapak,” ujarnya ramah seraya mempersilahkan pasiennya untuk menempati kursi yang berada di depan meja kerjanya. “Terima kasih, Dok,” ucap Rafi mewakili Ibu dan Renata. “Saya Dokter Rini. Ada yang bisa saya bantu?” tanya dokter yang memperkenalkan namanya itu sebagai dokter Rini.
6.4K viewsOngoingAdded to Library 244 Times as meja pasien
Read
+Library
PARALLEL

PARALLEL

Ia mampu mengangkat dan membantu Xabi duduk di kursi roda. “Apakah mereka semua sedang tidur?” tanya Xabi ketika Agnes mendorong kursi melewati ranjang-ranjang pasien yang hampir semuanya telah berisi. Tirai yang tadi ia lihat hanya menutupi biliknya saja. Selebihnya tempat tidur itu berbaris rapi dan memenuhi ruangan. Masing-masing dilengkapi dengan kantung infus dan alat aneh di meja samping kepala. Jarak dari kasurnya ke pintu masuk membuatnya berkalkulasi ada sekitar lima puluh pasien atau lebih yang menempati ruang yang sama dengannya. “Da (Ya), Kau boleh menutup mata jika tidak ingin melihat.” Agnes terlihat jelas tidak ingin membahasnya dulu.
3.0K viewsOngoingAdded to Library 86 Times as meja pasien
Read
+Library
Ternyata Aku Istri Kedua

Ternyata Aku Istri Kedua

beritahu perempuan muda itu, lantas ia melambaikan tangan pada dua orang pria yang juga muncul dari balik pintu. Rio mengiringi dari belakang dengan perasaan tak menentu. Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai ke ruangan perawatan. Ini bukan ruangan VIP, tapi hanya ruang perawatan kelas 1, tetapi ruangan ini cukup nyaman. Meskipun terasa agak sempit, namun fasilitasnya cukup baik. Di samping bed pasien dan juga lemari kecil di samping bed, ada sofa panjang tempat duduk untuk penunggu pasien, meja makan pasien, serta televisi LCD. Rio menengok ke atas lemari kecil di samping bed pasien. Terdapat sekeranjang air mineral kemasan gelas dan satu kotak tisu.
7.9K viewsCompletedAdded to Library 283 Times as meja pasien
Read
+Library
Pesona Istri Bayaran Dokter Tampan

Pesona Istri Bayaran Dokter Tampan

Ruangan ini memiliki pencahayaan lembut yang membuat suasananya terasa lebih hangat dan ramah. Di tengah ruangan, terdapat meja pemeriksaan yang dilapisi dengan kain putih bersih. Di sampingnya, ada alat-alat medis yang tertata rapi dalam lemari kaca, menunjukkan profesionalisme Elsaki sebagai dokter. Terdapat juga sebuah jendela, jendela itu memandang ke arah taman rumah sakit, menghadirkan suasana alami dengan pemandangan pepohonan yang hijau.
1.3K viewsOngoingAdded to Library 34 Times as meja pasien
Read
+Library
Ibu Empat Anak: Beda Bapak!

Ibu Empat Anak: Beda Bapak!

Mutiara dan Melati berlari memasuki pintu depan rumah sakit. Nafas mereka berkejaran, seolah-olah habis maraton sepanjang jalan. Melati dengan raut wajah tegang, langsung mengarahkan langkah ke meja admin resepsionis. “Maaf, Mas, pasien atas nama Bima Aryasetya di mana sekarang?” tanya Melati dengan napas yang tersengal.
1.8K viewsOngoingAdded to Library 47 Times as meja pasien
Read
+Library
PREV
1
...
456789
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status