MENIKAH TERPAKSA
“Ndak. Silakan saja. Aku sudah duluan tadi di restoran hotel.”
Hendra mengayun langkahnya memasuki ruang tanpa sekat itu. Dari pintu masuk, terdapat kursi tamu berjajar berbentuk L, beserta mejanya. Kemudian di bagian tengah ruang, sebuah meja panjang diletakkan di sana dengan beberapa kursi yang mengelilingi meja itu, sebagai tempat rapat sekaligus makan. Sedangkan di bagian sisi kepala meja, dinding yang berfungsi sebagai papan tulis sekaligus layar proyektor, jika saat pertemuan diperlukan.
Maya bersama Teddy duduk bersebelahan di antara dua kursi yang mengelilingi meja panjang itu. Sambil menikmati sarapan pagi yang telah disiapkan oleh juru masak restoran hotelnya.
Hot Chapters