DINIKAHI CALON KAKAK IPARKU
Wajahku terasa panas seperti disiram air mendidih.
Bang Fahad terdiam sesaat, tapi aku bisa merasakan tatapannya tertuju padaku. Kemudian, dia tertawa kecil, suaranya rendah tapi begitu menggoda. “Chi, kamu itu gimana, sih? Mau bantu saya atau malah bikin saya nggak fokus?”