Genius Liar
Senyumanku semakin lebar tanpa dia ketahui, meskipun berbanding terbalik dengan kedua mataku yang mulai berkaca-kaca.
“Aku tahu gak ada orang sempurna di dunia ini, termasuk aku dan kamu juga. Tapi di mata aku, gak ada cewek yang bisa nandingin kamu di hati aku. Ibaratnya hati aku itu sebuah ruangan, cuma kamu yang bisa masuk ke ruangan itu karena kunci pintu ruangan cuma kamu yang pegang. Intinya gak akan ada cewek lain yang bisa gantiin posisi kamu di hati aku.”