Om Duda! 2
“Kamu tidak perlu menunggu, mencoba berusaha untuk mendapatkan cinta aku Lif. Aku—aku belum selesai dengan masa lalu aku, hatiku masih berantakan, aku ingin membersihkannya sendirian, aku ingin menata kembali sendirian, kamu tidak perlu repot-repot untuk ikut membersihkan dan menata hati aku. Terimakasih untuk semua cinta dan perhatian kamu selama ini, aku sangat-sangat menghargainya.”
Sama sekali tidak berbicara untuk membalas ucapan Disya, lelaki itu kini sudah menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi, mengusap kasar wajah dengan kedua tangannya.
“Kamu boleh benci sama aku, Lif. Kalau memang hal itu bisa buat kamu lupa sama aku.”
Bab Populer