Adikku Merebut Posisiku di Altar Pernikahan
bisikku sambil menatap langit-langit.
Setelah mengambil keputusan itu, aku bangkit dan meraih koperku. Tepat ketika aku mencapai pintu, ponselku bergetar. Sebuah pesan dari Valentina.
[ Sudah lihat? Akulah yang benar-benar dicintai Luca. ]
[ Orang sepertimu, yang bahkan dibenci keluarganya sendiri, nggak pantas mendapatkan cinta. ]
Terlampir sebuah foto. Luca sedang mengupas apel, ekspresinya lembut dan penuh perhatian. Valentina duduk di sampingnya, tersenyum seolah-olah dunia adalah miliknya.