Pelakor Tak Pantas Bahagia
Aku sengaja menekankan langkah, setelah turun dari mobil, begitupun dengan Ayah, beda dengan bu Marni yang setengah berlari.
“STOP!” Teriakan bu Marni terdengar jelas, karena penasaran ku percepat langkah menghampiri bu Marni.
Ternyata apa yang ku harapkan jauh panggang dari api, jauh harapan dari kenyataan.
Pernikahan mereka gagal, jadilah aku dengan perasaan mendongkol menjadi pengantin sehari.
Semua prosesi berjalan lancar, semua tamu pulang, begitupun dengan bu Marni.