Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suamiku Lupa Privasi Story WhatsApp

Suamiku Lupa Privasi Story WhatsApp

"Gampang gimana, Wa. Kamu pikir bikin gorengan gampang. Ini masalah berat, Nak. Susah buktiin kalau Om kamu gak bersalah." "Gampang, Mah. Kalau Om ngerasa gak pernah foto kaya gitu. Kita bisa buktiin kalau foto itu editan." "Hah, editan?" "Iya, Mah. Zahwa memperbesar gambar. Dia menyoroti bagian tahi lalat yang ada di leher pria itu. Anakku begitu teliti. Aku baru sadar kalau pria dalam foto itu memiliki tahi lalat di leher. Sedangkan Rafly tidak.
10131.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.1K kali sebagai memperbesar resolusi gambar
Baca
+Pustaka
Penghancuran yang Berbahaya

Penghancuran yang Berbahaya

“Mundur 15 detik. Perbesar." Gambar diam dipotong dari rekaman. Kemudian, gambar itu diperbesar. Makin diperbesar, Makin buram jadinya. Namun, pria di hadapan komputer mengenali wanita itu dari layar. Jane naik taksi. Saat Sean mengeluarkan ponselnya, tangannya gemetar. Dia menelepon kembali ke rumah. Dia menelepon nomor itu nyaris tanpa harapan.
9.9370.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.4K kali sebagai memperbesar resolusi gambar
Tampilkan Ulasan (101)
Baca
+Pustaka
danbo
Cerita ini mengandung bawang, bikin mata bengkak n sesak napas. Kenyataan tersembunyi yg akhirnya terungkap bikin terkaget2, adakah yg lebih malang drpd jane dunn? meskipun diakhir cerita mengharu biru ttp aja krg puas karena dr sekian banyak bab, kisah manis sean&jane cuma di bab terakhir ajah...
vlaha kurashiki
balik ke sini cuma mo ninggal komen. ini novel yg bikin mewek n terasa rindu berat. happy ending tp koq terasa nyesek banget liat hari tua mereka. best pokoknya. walo ada versi drachinnya..tetap g bisa nandingi novelnya.
Baca Semua Ulasan
Tunangan Kontrak Sang CEO

Tunangan Kontrak Sang CEO

Inez menambah gain—kontur tubuh membentuk siluet. "Perbesar, tanpa merusak raster," katanya. Pixel melebar. Siluet itu tampak memegang sesuatu yang tegak—tripod. Ia melangkah kecil, menggeser kaki tripod ke titik yang menatap lebih langsung balkon. Rendra menahan napas. "Siapa pun itu, dia tahu titik buta kita."
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai memperbesar resolusi gambar
Baca
+Pustaka
Di Antara Aku, Ibuku, dan Mantan Suami Musuhku

Di Antara Aku, Ibuku, dan Mantan Suami Musuhku

“Hmm… robek di tepi, warna memudar, ada bekas jamur. Tapi kita coba ya.” Ia mengeluarkan laptop canggih dan scanner beresolusi tinggi dari dalam ranselnya. Begitu perangkat siap, ia menaruh foto di atas scanner dan mulai proses pemindaian. “Langkah pertama, aku scan dengan resolusi 6400 dpi. Setelah itu kita bersihkan secara digital: hilangkan noise, perbaiki warna, dan naikkan detail. Kita juga bisa pakai teknologi interpolasi AI buat meningkatkan ketajaman wajah,” jelas Herman sambil mulai bekerja.
1013.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 294 kali sebagai memperbesar resolusi gambar
Baca
+Pustaka
Sang Penguasa

Sang Penguasa

Dia meraih ponselnya dengan tangannya yang masih gemetar. Hal yang dia lakukan adalah memeriksa gambar yang terpampang di artikel berita tersebut dalam resolusi tinggi dan menemukan bahwa gambar itu telah direkayasa menggunakan teknologi pengganti wajah sehingga dapat menempelkan wajahnya dan Faruq dengan mulus pada wajah orang lain. Kring~~~ Kring~~~ Pada saat itu, ponselnya berdering dan orang yang meneleponnya itu adalah Miguel.
8.8146.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.5K kali sebagai memperbesar resolusi gambar
Baca
+Pustaka
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Kabut Kesempurnaan "Foto Tanpa Bayangan" itu bukan sekadar gambar; itu adalah virus persepsi. Arka mengamati lembaran kecil itu di bawah kaca pembesar di bengkel kameranya. Melalui lensa makro, ia melihat bahwa gambar itu tidak terdiri dari butiran perak atau piksel digital biasa. Gambar itu terdiri dari susunan nanobots yang bergetar pada frekuensi yang menenangkan saraf manusia.
965 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai memperbesar resolusi gambar
Baca
+Pustaka
JAMU, MAS?

JAMU, MAS?

Fauzan memperbesar bagian tubuh Mbak Minah. Namun gambar terlalu jauh. Tidak terlihat jelas. Bagas berdiri di belakang. "Kalau dibesarkan lagi?" Fauzan mencoba. Gambar menjadi pecah. Tidak membantu. Pak Joko menggeleng. "Jangan dipaksakan." Fauzan mengembalikan kamera. Namun sebelum mematikannya... ia melihat sesuatu. "Pak." "Apa?"
390 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai memperbesar resolusi gambar
Baca
+Pustaka
SENTUHAN SEMALAM DENGAN ADIK MANTAN

SENTUHAN SEMALAM DENGAN ADIK MANTAN

Ucap Felice saat Xavier sedang fokus dengan kameranya. “Tenang aja.” Balas Xavier yang santai dan malah melanjutkan mengetes kamera dengan memfoto wajah Felice dari jarak dekat sampai Felice merasa kurang nyaman. “Jika kamu menggunakan lo-fi alih-alih JPG akan lebih mudah mendapatkan detailnya. Oh ya foto-fotonya tidak perlu di edit. Konsepnya ada di papan informasi. Nanti di zoom pada pakaiannya saja.” Ucap Lee Yeon A.
2.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai memperbesar resolusi gambar
Baca
+Pustaka
ME AND PRINCE

ME AND PRINCE

Saat memperbesar tampilan gambar, Zontus langsung ingat dengan bocah laki-laki yang kemarin menjulurkan lidah merah muda padanya. ***** vote dulu ya.......
9.9981.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33.4K kali sebagai memperbesar resolusi gambar
Tampilkan Ulasan (109)
Baca
+Pustaka
Spilledout
Cerita yg halunya ga nanggung2. Kalimat yg mnggambarkan karakter, fisik, kekayaan sangat hiperbola. Alur di cerita awal2 enak utk dibaca saat2 gabut. Tapi makin ke bawah keknya authornya makin stress manuver ide ceritanya sendiri sampe di titik kyk sinetron indosiar, bisa terbang, hilang mati hidup
Caroline Things
1 bab skrg terbagi 2 cerita.. mohon utk tdk dipadukan antar 2 cerita di dlm 1 bab thor krna sbg pembaca hnya demi utk membaca cerita jacob dan harumi hrs juga mengeluarkan koin utk membaca crta yg blm aku suka baca.. jadinya spt mengeluarkan koin 2 kali lipat hnya utk membaca 1 cerita..
Baca Semua Ulasan
Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan

Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan

Ia menahan napas, matanya menatap lekat pada suaminya yang sedang menempelkan ponsel di telinga dengan cengkeraman erat. "Jernih, Pak," suara Anton terdengar penuh kemenangan di ujung telepon, volumenya cukup keras hingga Nia bisa mendengarnya samar-samar. "Tim forensik digital berhasil membuang noise pada pikselnya. Kami menggunakan algoritma super-resolution terbaru. Bapak bahkan bisa melihat tahi lalat di lehernya kalau Bapak mau." "Bagus," desis Arka. Matanya berkilat buas. "Kirim ke email pribadiku. Sekarang."
16.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 638 kali sebagai memperbesar resolusi gambar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status