Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dark White

Dark White

“Entahlah ... orang bilang teman adalah mereka yang selalu ada bersamamu.” “Maka apa dia bisa disebut teman? Dia selalu ada bersamaku, dia selalu mengulik apa pun tentangku. Seperti menaburi garam di atas luka yang masih merah.” Gadis itu seperti sedang melihat cuplikan masa sekolahnya.
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159 kali sebagai mendeskripsikan teman perempuan
Baca
+Pustaka
Tunangan Kontrak CEO Duda

Tunangan Kontrak CEO Duda

gumam perempuan itu seraya memandang langit yang berubah warna menjadi jingga. Irene menjilat es krimnya, dia termenung sesaat. Perempuan itu cukup sadar semakin dia dewasa maka akan semakin sempit lingkup pertemanannya. Belakangan ini dia selalu berkumpul dengan rekan seprofesi itu pun bukan untuk bersantai, melainkan membahas beberapa hal. Menarik napas panjang. "Andai Papi sama Mami di sini, mungkin aku bisa peluk mereka kalau capek ...," lirih Irene diikuti senyuman kecut.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai mendeskripsikan teman perempuan
Baca
+Pustaka
The Siblings

The Siblings

jawabku. Aku membuka buku catatan biologi Andre yang kupinjam. Tulisannya dari dulu memang rapi dan enak dibaca, aku yang perempuan saja merasa kalah darinya. "Manusia itu makhluk sosial. Artinya nggak bisa hidup sendiri. Sekarang mungkin saatnya kamu membuka hati lagi untuk bisa bersahabat dengan sesama perempuan. Kemarin kakak-kakakmu juga cerita, pengen lihat kamu lebih feminim. Hmm, aku juga. Pasti kamu jauh lebih cantik jika sedikit berdandan seperti teman-teman perempuan sekelas kita yang suka make up. Tipis saja, sepertinya nggak masalah," saran Andre.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai mendeskripsikan teman perempuan
Baca
+Pustaka
Berawal Dimodali, Berakhir Dinikahi

Berawal Dimodali, Berakhir Dinikahi

Muka kenapa mendung gitu?" tanya seorang perempuan pada salah satu rekannya. "Mukaku emang gini, bahagia aja terlihat muram. Kayak baru sehari kenal aja." Dia melempar tisu ke arah temannya tadi.
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai mendeskripsikan teman perempuan
Baca
+Pustaka
Menikahi Mayat Palsu CEO

Menikahi Mayat Palsu CEO

Sam terkejut, kedua wanita ini membentuk kontras yang menarik, menciptakan hubungan persahabatan yang kuat hanya dalam waktu singkat. Mina tidak terjebak dalam citra kecantikan yang dangkal; dia menghargai keindahan dalam segala bentuknya. Ketenangan dan kebijaksanaannya membuatnya menjadi sosok yang dapat diandalkan oleh teman-temannya. Dia bukan hanya tampil cantik secara fisik, tetapi juga memiliki kecantikan dalam kepribadian dan hatinya. "Kita akan menjadi teman, kamu akan betah di sini dan aku akan sering mengunjungimu, bagaimana?"
1037.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai mendeskripsikan teman perempuan
Baca
+Pustaka
Ibu Sambung Untuk Anak CEO

Ibu Sambung Untuk Anak CEO

Menjadi teman bercerita kelak, teman untuk mendiskusikan sesuatu sebagai sesama perempuan dan hal lain yang tidak bisa dilakukan bersamanya. Sudah lama Naya mengharapkan kehadiran sosok ibu. Namun, gadis kecil itu sangat susah untuk cocok dan akrab dengan orang asing. Naren juga pernah beberapa kali mengenalkan wanita pada Naya, tapi gadis kecil itu selalu berkata jika dia tidak menyukainya. Akhirnya hubungan yang baru Naren mulai langsung kandas begitu tahu Naya tidak menyukai perempuan tersebut.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai mendeskripsikan teman perempuan
Baca
+Pustaka
Hello, My Destiny

Hello, My Destiny

Miranda mengangguk, “Jika, pria mengajak perempuan berkenalan biasanya mereka punya ketertarikan dengan lawan jenisnya. Tapi dalam konteksku. Sepertinya pria itu tidak mungkin tertarik denganku. Entah kenapa aku memiliki firasat buruk dengannya.” “Tidak selalu, Miranda. Bisa saja dia hanya ingin berteman denganmu. Jadi, buang firasat burukmu itu.” “Kamu percaya perempuan dan lelaki bisa berteman, Nya?” “Tentu. Kenapa tidak?” Miranda berdecak, “Pikiranmu polos sekali untuk orang yang berpengalaman dalam berpacaran.” “Lantas menurutmu bagaimana?” “Kalau aku tentu tidak, Nia. Jika pria dan perempuan berteman pasti salahnya ada perasaan berat sebelah. Kalau tidak pria, ya perempuan.”
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai mendeskripsikan teman perempuan
Baca
+Pustaka
Menjadi Istri Gadungan Sahabatku

Menjadi Istri Gadungan Sahabatku

“Apa dia begitu tidak percaya diri sampai kamu tidak diperbolehkan punya teman perempuan?” Aku melihat ke arahnya dengan bingung. Ada apa dengan perempuan ini? Kami teman kuliah, lalu apa urusannya dengan hidupku sekarang? Kami tidak pernah menjalin komunikasi dalam bentuk apa pun setelah aku wisuda. Hanya beberapa orang yang tetap berteman denganku, itu pun laki-laki.
1018.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 602 kali sebagai mendeskripsikan teman perempuan
Tampilkan Ulasan (10)
Baca
+Pustaka
Meina H.
Hai, teman-teman. Terima kasih sudah melirik, bahkan membaca karyaku ini. ♡ Selama bulan Maret, aku akan menambah dua bab per hari, ya, jika tidak ada kendala yang berarti. Silakan berkomentar bila ada saran atau kritik untukku selaku penulis. Menanggapi cerita juga boleh. Selamat membaca. (=∩_∩=)~♪
Melisa
Wkwkwkwkkwkk suka kentut. Jadi ingat dlu masih sekolah suka banget kentutin temen...... 1 hal yg aku suka di crta ini krna mereka sangat menyayangi keluarga msing2 sllu support n nikahnya di gereja. Jrg banget baca novel yg nikahnya di gereja selalu ijab kabul
Baca Semua Ulasan
Pembalasan Untuk Pengkhianatan Suami dan Mertua

Pembalasan Untuk Pengkhianatan Suami dan Mertua

Ingin melihat bagaimana reaksi kedua orang yang sedang bersamaku. "Kamu ngapain di sini?" tanya Rendra. Terlihat perempuan itu mengulas senyum, untuk menutupi kegugupannya. "Kalian saling mengenal?" tanyaku memastikan. "Ya. Dia temanku. Teman sewaktu kuliah." Rendra menjelaskan. "Hanya sekedar teman?" "Ya!" "Oh ... teman ternyata." Aku melirik perempuan itu, dengan melempar senyum, senyum mengejek. Kedua mata perempuan itu mendelik, membuatku semakin ingin tertawa.
9.476.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai mendeskripsikan teman perempuan
Baca
+Pustaka
Leorph Feline Saga

Leorph Feline Saga

Setelahnya dia bersama perempuan yang kami jahili pergi menjauh dari tempat kami berada. "Dia bilang apa tadi? bagaimana rasanya jadi perempuan? apa kau bercanda" ucap salah satu temanku yang berusaha mengikuti gerak bibir perempuan tadi." "Yah mungkin kau bisa mulai menggunakan rok dan baju yang feminim hahahahaha...!!" "Atau berdandan dan bermain boneka? Hahahaha!" Ucap satu persatu temanku yang berusaha membuat leluconnya sendiri.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai mendeskripsikan teman perempuan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status